Workshop Analisa Risiko bagi Dokter Hewan ASEAN-CHINA

Administrator 05 September 2017 138

Surabaya - "Ancaman terhadap kesehatan hewan saat ini dipicu beberapa faktor global. populasi hewan, demografi, perubahan iklim, peningkatan mobilitas dan globalisasi, urbanisasi dan degradasi lahan menjadi masalah serius", demikian ditegaskan Kepala Badan Karantina Pertanian Ir Banun Harpini, MSc saat membuka Workshop Analisa Risiko Penyakit Hewan ASEAN-China (Asean-China Workshop on Risk Analysis of Animal Diseases) di Surabaya (5/9).

Hadir dalam pertemuan ini, Drh Mulyanto Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani dan Dr. Arifin Tasrif Kepala Pusat Kepatuhan Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan.

Lebih lanjut Kabadan menyatakan pertanian merupakan bagian penting dari ekonomi dunia, salah satu tindakan non tarif yang dapat diimplementasikan sebagai bagian dari upaya perlindungan pertanian adalah tindakan Sanitary and Phytosanitary (SPS). SPS memiliki cakupan yang lebih luas berperan dalam memfasilitasi perdagangan global dan menjadi alat untuk melindungi negara kita dari dampak negatif praktik perdagangan. Penilaian risiko merupakan bagian dari kesepakatan SPS yang wajib dilaksanakan negara anggota WTO.

Drh. Mulyanto dalam laporannya menjelaskan maksud dan tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk mewujudkan saling pengertian negara ASEAN dan China dalam Implementasi Analisis Risiko terhadap lalulintas hewan dan produk hewan, serta keamanan pangan sesuai dengan ketentuan standar Internasional dan SPS. Dengan harapan hambatan perdagangan antara ASEAN dan China dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Workshop ini dihadiri perwakilan karantina dari negara-negara Asean dan China, UPTKP lingkup Badan Karantina Pertanian serta intansi terkait lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Mengawali kegiatan workshop ini, Dr. Pennapa Matayompong perwakilan dari OIE Sub Regional Representation for South East Asia (OIE SRR SEA), Bangkok mempresentasikan “Introduction of risk analysis and the role and application of Risk Analysis on trade of animals and animal products”.

Workshop ini diagendakan hingga tanggal 8 September 2017 dengan diakhiri kunjungan lapang ke Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang. Selamat berlatih!


Related Post