Karantina Mamuju Dorong Pelaku Usaha Untuk Akselerasi Ekspor Sarang Walet

Administrator 07 Desember 2017 67

Mamuju - Bertempat di aula Kantor Karantina Mamuju dilaksanakan pertemuan dengan PT. Pos Indonesia, Asperindo dan pengguna jasa sarang burung wallet (6/12). Akhmad Alfaraby mengatakan, dari data operasional yang kita miliki, selama ini pengusaha sarang burung walet di Sulawesi Barat melakukan penjualan sarang burung walet hanya antar area saja seperti Jakarta, Semarang dan Bandung. Setelah itu di tempat-tempat itu dilakukan proses pembersihan dengan mesin, setelah itu baru diekspor ke Tiongkok.

Akhmad pun menjelaskan, bahkan ada hasil sarang burung dari Mamuju Utara dikirim melalui Palu Sulawesi Tengah. "Kalau daerah lain bisa, mengapa kita tidak bisa," ungkapnya. Padahal jika pelaku usaha sarang burung walet mampu melakukan proses pembersihan sendiri di Sulawesi Barat, harga jual di Tiongkok bisa sangat tinggi dan otomatis itu akan meningkatkan perekonomian daerah pelaku usaha sarang burung walet dan makin terbukanya beberapa peluang kerja.

Lanjut Akhmad, pengiriman sarang burung walet di Sulawesi Barat antar area mencapai 174 kg per bulannya. Apabila dikonversi dengan harga 10 juta perkilogram, maka diperkirakan 1,7 miliar perbulan. Sementara harga normal saat ini di Sulawesi Barat mencapai 17 juta perkilogram untuk yang masih kotor.

Oleh sebab itu, Akhmad mengusulkan solusi untuk mendorong pengusaha sarang burung walet untuk dapat melakukan proses pembersihan di daerah sendiri, sehingga dari Sulawesi Barat bisa langsung diekspor ke Tiongkok dan tanpa perantara. Akhmad pun mengajak PT. Pos Indonesia dan aperindo untuk membantu mendorong akselerasi ekspor sarang burung walet di Sulawesi Barat, sehingga pihaknya akan siap berkoordinasi dengan pusat untuk mengirimkan data-data rumah walet yang siap dinilai dan diregister untuk persiapan akselerasi ekspor sarang burung walet di Sulawesi Barat. (SKP Kelas II Mamuju)


Related Post