Badan Karantina Pertanian
 

WORKSHOP NASIONAL TINDAKAN KARANTINA HEWAN TA 2018

Administrator 15 April 2018 532

(Yogyakarta, 13/4) - Pada hari Rabu -Jumat, 11-13 April 2018, Pusat karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani melaksanakan kegiatan Workshop Nasional Tindakan Karantina Hewan. Workshop ini bertujuan untuk mereduksi keberagaman teknis operasional karantina hewan serta memberi pemahaman dan pengetahuan ilmiah sebagai dasar operasional. Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Kepala Badan Karantina Pertanian. Dalam arahannya Kepala Badan Karantina Pertanian menyampaikan agar seluruh tindakan karantina dilakukan berdasarkan scientific base, analisa risiko, manajemen risiko, serta perlu dilakukannya sinergitas dengan stake holder terkait baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal-hal tersebut wajib dilakukan untuk menciptakan petugas karantina hewan yang profesional tangguh dan terpercaya. Selain itu Kepala Badan Karantina Pertanian juga menekankan untuk terus melakukan tugas utama karantina yaitu fungsi proteksi maksimum namun juga mendukung iklim investasi serta akselerasi ekspor.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari UPTKP seluruh Indonesia. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu drh. Heru Susetya, MP, PhD yang ahli dalam bidang penyakit rabies, drh. I.W.Masa Tenaya, M.Phill, PhD yang ahli dalam bidang penyakit Jembrana dan Dr. drh.NLP Indi Dharmayanti, M.Si yang ahli dalam bidang penyakit Flu Burung. Terdapat beberapa hal keilmuan baru yang menarik dalam presentasi narasumber yaitu BBVET Denpasar akan membuat vaksin Jembrana yang diharapkan dapat memproteksi sekaligus menyembuhkan Sapi Bali dari penyakit Jembrana. Tindakan karantina hewan terhadap lalu lintas Hewan Penular Rabies (HPR) berupa persyaratan titer protektif rabies saat ini sudah tepat, karena hingga saat ini sulit untuk mendapatkan metode deteksi virus rabies yang aplikatif. Virus Avian Influenza (AI) di Indonesia sudah sedemikian berkembang dikarenakan perkawinan antar clade virus termasuk dengan clade virus flu manusia, sehingga ada risiko terjadi pandemi.

Acara diawali dengan pemaparan dari narasumber yang ahli dalam bidang penyakit unggas, ruminansia dan rabies. Pada hari kedua peserta workshop dibagi menjadi 3 kelompok besar untuk melakukan Forum Group Discussion (FGD) dalam 3 topik yaitu TIndakan Karantina Hewan (TKH) terhadap ruminansia, TIndakan Karantina Hewan terhadap HPR, Tindakan Karantina Hewan terhadap unggas.

Diskusi dalam kelompok FGD dipandu oleh satu orang Medik Veteriner Madya. Peserta diskusi memaparkan permasalahan terkait TKH ditempatnya bertugas, solusi yang dilakukan terhadap permasalahan tersebut dan melihat kembali aturan, pedoman yang mendasari TKH yang dilakukan, apakah masih relevan atau perlu dilakukan revisi. Terdapat beberapa masukan dan usulan untuk perbaikan TKH terhadap ruminansia, unggas dan HPR. Diharapkan melalui workshop ini petugas karantina dapat melakukan Tindakan Karantina Hewan terhadap ruminansia, unggas dan HPR secara profesional, menerapkan manajemen risiko berbasis ilmiah serta dapat ikut mendukung iklim investasi.(YQA)

Materi narasumber dapat diunduh melalui link dibawah ini:

https://drive.google.com/open?id=1Jxg3lOrEF2AnOC2R3EcyZRM3tTmcNNzD


Related Post