Badan Karantina Pertanian
 

Semakin Bersinergi, Barantan Berbagi Ilmu bersama POLRI

Administrator 27 Juli 2018 338

 

Jakarta (26/7) - Indonesia sebagai negara agraris kaya sumberdaya alam hayati berupa aneka ‎ragam jenis hewan dan tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi dan ilmiah tinggi. Hal ini merupakan salah ‎satu modal dasar dan faktor dominan dalam pembangunan nasional yang harus dilindungi ‎kelestariannya.‎

Bertempat di Lemdiklat POLRI Megamendung, Badan Karantina Pertanian (Barantan) memberikan ‎materi Peran Badan Karantina Pertanian dalam Penangana Satwa Liar kepada para anggota POLRI yang ‎sedang mengikuti Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbangspes) perwira pertama penyelidikan tindak pidana ‎satwa yang dilindungi. Dikbangspes tindak pidana satwa yang dilindungi kali ini adalah angkatan yang ‎ke-2.‎

‎”Satwa Liar yang dilindungi adalah hewan yang juga dapat menjadi media pembawa penyakit hewan, ‎oleh karenanya peran Barantan dalam lalulintas satwa liar sangat penting untuk menjamin kesehatan ‎dan kelestariannya. Berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan ‎Kehutanan sebagai Instansi yang mengatur tentang satwa liar sebagaimana tercantum dalam Undang ‎‎– undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” terang ‎Apris Beniawan Kepala Sub Bidang Kepatuhan Perkarantinaan Hewan Pusat KKIP, saat memberikan materi (25/7).

Daftar Satwa termasuk di dalamnya tumbuhan liar yang dilindungi, tercantum dalam Peraturan ‎Pemerintah Nomor: 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sampai dengan ‎sekarang, Keanekaragaman hayati Indonesia diantaranya ada tumbuhan berbunga ada 27.500 jenis, ‎mamalia 515 jenis (12% dunia), burung 1.539 jenis (17% dunia), reptil dan amphibi ada 781 jenis.‎

‎“Dalam penanganan satwa, seperti halnya petugas karantina dalam melakukan tindakan karantina, ‎perlu diperhatikan beberapa hal penting yaitu: 1) Keselamatan Petugas; 2) Keselamatan Hewan; ‎‎3)Tujuan Pengendalian; dan 4) Memahami kerja obat bius”, tambah Apris.‎

Kegiatan Dikbangspes ini selaras dengan Perjanjian Kerjasama (PKS ) antara Barantan dan POLRI tentang Pengawasan, ‎Pengamanan dan Penegarakan Hukum di bidang Karantina Hewan, Tumbuhan dan Keamanan Hayati. ‎Koordinasi Barantan dan POLRI dalam penanganan kasus tindak pidana karantina juga telah terjalin ‎dengan baik dimana pada Tahun 2018, sudah ada 12 kasus tertangani pada Tahap P21.‎

‎ “Kami sangat tertarik dengan lebih mengertinya peran Barantan yang sangat strategis melindungi ‎Bangsa Indonesia. Kami senang mendapatkan pengetahuan Karantina Pertanian, menambah ‎pengetahuan kami nantinya yang akan bermanfaat, serta meningkatkan kerjasama secara teknis di ‎lapangan“, terang Ipda Herman, SH dari Polda Lampung yang mengikuti Dikbangspes.‎ (ab&ld)


Related Post