Badan Karantina Pertanian
 

Rapat Evaluasi Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies) di Povinsi Bali, Pulau Flores dan Pul

Administrator 10 Agustus 2018 392

Bogor (10/8) Pusat karantina hewan dan Keamanan hayati hewani melaksanakan Rapat Evaluasi Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies) Di Provinsi Bali, Pulau Flores, Dan Pulau Lembata Dalam Rangka Evaluasi Peraturan Karantina. Rapat ini dilaksanakan di Bogor dari tanggal 8-10 Agustus 2018. Rapat ini dilaksanakan sebagai salah satu pelaksanaan tugas Pusat karantina hewan dan Keamanan hayati hewani dalam menjalankan fungsi evaluasi.

Evaluasi dilakukan terhadap kawasan karantina Rabies di Provinsi Bali, Pulau Flores, Dan Pulau Lembata. Wabah rabies di Pulau Flores, Pulau Lembata terjadi di tahun 1998, dan saat ini tetap terjadi kasus rabies, namun jumlahnya menurun dan stagnan.  Wabah Rabies di Pulau bali terjadi di tahun 2008, sepeti di P. Flores dan Lembata, kasus rabies tetap terjadi, namun jumlahnya menurun dan stabil. Pulau Flores dan Lembata di tetapkan sebagai kawasan karantina Rabies melalui Kepementan Nomor 473/KPTS/TN.150/8/2002 tentang Penetapan Pulau Flores dan Pulau Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur Sebagai Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies) Serta Program Pembebasannya. Dan Pulau Bali di tetapkan sebagai kawasan karantina Rabies melalui Kepmentan Nomor 559/Kpts/PK.310/9/2015 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1696/Kpts/PD.610/12/2008 Tentang Penetapan Provinsi Bali sebagai Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies)

Hasil rapat evaluasi kali ini yaitu berupa pencabutan ketetapan kawasan karantina di Pulau Flores dan Lembata dan pengajuan program pemberantasan Rabies di dua Pulau tersebut. Sedangkan Pulau Bali tetap dipertahankan sebagai kawasan karantina agar beberapa wilayah disekitar Bali seperti NTB dapat terhindar dari penyebaran penyakit ini, serta melihat peluang keberhasilan pemberantasan yang dilakukan di propinsi Bali dalam 5 tahun ke depan (terjadi penurunan, kasus positif, jumlah desa terinfeksi turun, upaya vaksinasi masal yang dilakukan di semua desa)

Penyakit rabies adalah penyakit hewan yang dapat menular ke manusia. Penyakit ini dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Kasus rabies di ketiga pulau ini terjadi baik pada manusia dan hewan sehingga menimbulkan korban jiwa. Rabies dapat di cegah melalui vaksinasi pada HPR (hewan penular Rabies) serta pada manusia yang memiliki risiko tinggi tergigit anjing (seperti dokter hewan, pemilik hewan dan penjual hewan).


Related Post