Badan Karantina Pertanian
 

Penuhi Persyaratan Cina, Karantina Gelar Pelatihan QC Rumah Kemas Manggis

Administrator 17 Oktober 2018 207

Jakarta (15/10) - Manggis, buah eksotis unggulan Indonesia yg sudah diekspor ke 23 negara, terus menunjukkan tren peningkatan volume ekspornya. Cina, termasuk dari 5 negara tujuan ekspor manggis terbesar  selain Thailand, Malaysia, Vietnam dan Hongkong. Untuk itu Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat teknis lakukan  fokus program kerja dalam mengembangkan budidaya manggis. Demikian juga, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian terus lakukan harmonisasi aturan Sanitari dan Pitosanitari agar manggis yang kirim tidak ditolak di negara tujuan ekspor.

Untuk itu, Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian selenggarakan pelatihan pemeriksaan manggis ekspor bagi petugas pengawas mutu atau quality control, QC rumah kemas manggis yang disesuaikan dengan aturan negata tujuan ekspor, khususnya Cina.

"Pelatihan kita dilakukan secara pararel di dua daerah sentra manggis, Sukabumi dan Denpasar," kata Aprida Cristin, Kepala Sub Bidang Non Benih Ekspor dan Antar Area, Badan Karantina Pertanian. Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari, 15 dan 16 Oktober 2018 ini  diikuti oleh petugas karantina dari 5 Unit Pelaksana Teknis yakni : Tanjung Priok, Soekarno Hatta,  Surabaya,  Denpasar dan Bandung dan personil pengawas mutu dari rumah kemasan manggis baik yang telah registrasi maupun yang belum registrasi, jelasnya.

Dari data yang dirilis Kementerian Pertanian, ekspor manggis ke Tiongkok sempat turun pada 2011 menjadi 11 ribu ton, dan setelah dibuka kembali keran ekspornya pada Desember 2017, Indonesia berhasil dorong ekspor hingga 33.000 ton atau senilai 9,3 juta USD.

Negosiasi panjang selama 5 tahun dengan Cina sebelum akhirnya keran ekspor manggis kembali dibuka telah dilalui Barantan. Untuk itu agar kesepakatan otoritas karantina di kedua negara yang hasilkan Protocol of Phytosanitary Requirements for the Export of Mangosteen Fruits from Indonesia to China tetap terjaga, upaya berupa pelatihan yang diperlukan pelaku agribisnis sangat diperlukan.

Dengan menjaga standar perdagangan internasional  yang telah disepakati, hal ini  menjadikan produk pertanian kita yang berdaya saing bakal diterima dinegara  tujuan ekspor, tutup Aprida.


Related Post