Badan Karantina Pertanian
 

Berminat Ekspor, Puluhan Petani Ikuti Pelatihan Agro Gemilang di Bogor

Administrator 01 Februari 2019 1020

Bogor (30/1) - Purwo Widiarto, Kepala Karantina Tanjung Priok apresiasi puluhan petani, suplier dan petugas QC (quality control) dari rumah kemas yang bekerja dibidang ekspor pertanian manggis di wilayah Bogor, Sukabumi, Tasik dan Subang yang ikuti bimbingan teknis program Agro Gemilang di Kec. Cibungbulang, Bogor. "Ini adalah kerja bersama, bukan dari karantina saja, dari petani, pengumpul, eksportir, dinas, semua harus jaga kualitas manggis kita, klo nggak, bisa kalah kita sama negara lain," tegasnya.

Gambar : Purwo Widiarto saat memberikan arahan di depan peserta Agro Gemilang 2019 di Bogor

Kegiatan bimbingan teknis yang dilakukan Kementerian Pertanian via Badan Karantina Pertanian (Barantan) lewat program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Pertanian bagi Generasi Milenial Bangsa) tersebut bermaksud mendorong semangat para petani dan pelaku agribisnis agar dapat masuk ke pasar ekspor dengan melakukan pemenuhan persyaratan SPS (sanitary and phytosanitary) negara asal.

Peserta akan mendapatkan materi dan bimbingan teknis secara langsung. Program Agro Gemilang yang dilakukan Barantan tersebut berkesinambungan, tidak hanya berhenti saat pelatihan namun dapat berlanjut hingga petani atau eksportir dapat memenuhi persyaratan SPS negara tujuan. "Intinya kita dorong petani agar produknya bisa bersaing di pasar internasional, manggis hanya salah satu, nanti ada lagi yang lain," jelas Purwo. Target Barantan, program tersebut dapat menarik minat sebanyak 5.000 peserta hingga akhir tahun nanti.

Gambar : Peserta Agro Gemilang 2019 di Bogor saat mengikuti pelatihan di rumah kemas manggis.

Data dari Karantina Priok memperlihatkan bahwa ekspor manggis yang melalui pelabuhan Tanjung Priok selama 2018 sebanyak 915 kali dengan total 17.217,39 ton dengan tujuan negara Tiongkok, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Sedangkan data nasional Barantan (IQFAST) memperlihatkan bahwa jumlah ekspor buah manggis nasional ke seluruh negara selama 2018 rata-rata adalah 3.295,49 ton per bulan dengan ekspor tertinggi pada bulan Maret, sebanyak 10.594,18 ton. Sedangkan kuantitas ekspor buah manggis khusus ke Tiongkok juga terus mengalami peningkatan, dengan total ekspor selama 2018 sebanyak 8.423,35 ton, data tertinggi pada bulan November sebanyak 3.087,22 ton.

Gambar : Perserta Agro Gemilang 2019 di Bogor mempraktikkan cara pembersihan manggis dihadapan petugas karantina

Sementara itu dalam waktu dekat, Karantina Priok juga akan melakukan pelatihan bimbingan teknis Agro Gemilang ke beberapa rumah kemas baik manggis dan tanaman hias di wilayah Jawa Barat. Purwo menghimbau bagi para petani dan pelaku agribisnis yang ingin mengikiti kegiatan Agro Gemilang agar segera menghubungi wilayah kerjanya yang berada di Bogor, Bekasi dan DKI Jakarta.


Related Post