Barantan Lakukan Kajian Risiko Melalui Registrasi Laboratorium Guna Awasi Keamanan PSAT Impor

Administrator 31 Mei 2019 101

Barantan Lakukan Kajian Risiko Melalui Registrasi Laboratorium Guna Awasi Keamanan PSAT Impor

 

Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2012 tentang Pangan.  Beraneka ragam pangan beredar di masyarakat baik yang berasal dari lokal maupun impor.  Untuk produk pangan segar impor, Kementerian Pertanian telah mengatur sistem pengawasan keamanan pangan berbasis risiko yaitu Permentan No. 55 tahun 2016 tentang Pengawasan Keamanan Pangan Terhadap Pemasukan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).  Kajian risiko dilakukan dalam penetapan persyaratan pemasukan, pengakuan sistem pengawasan dan registrasi laboratorium penguji keamanan PSAT suatu negara, pengawasan pemasukan, dan monitoring.

Pemasukan pangan segar dari luar negari, salah satunya dapat berasal dari negara yang memiliki laboratorium penguji keamanan PSAT yang diregistrasi oleh Badan Karantina Pertanian.  PSAT impor yang akan diedarkan harus memenuhi persyaratan keamanan PSAT yaitu cemaran kimia dan biologi yang tidak melampaui batas maksimum yang telah ditetapkan dalam Permentan No. 55 tahun 2016.  Pemasukan PSAt yang berasal dari negara yang memiliki laboratorium yang telah diregistrasi wajib disertai dengan prior notice (surat keterangan PSAT yang akan diekspor) dan sertifikat hasil uji (certificate of analysis/CoA). Dokumen CoA harus diterbitkan oleh laboratorium yang telah diregistrasi oleh Badan karantina Pertanian dan hasil pengujian harus lebih kecil atau sama dengan batas maksimum residu dan/atau cemaran yang ditetapkan dalam Permentan No. 55 tahun 2016.  Jika saat pemeriksaan keabsahan dokumen pada saat pemasukan PSAT kedapatan bahwa CoA tersebut diterbitkan oleh laboratorium penguji yang tidak diregistrasi atau hasil uji melampaui batas maksimum residu atau cemaran, maka dilakukan penolakan.

Sampai dengan saat ini, terdapat 34 negara yang memiliki laboratorium penguji keamanan PSAT yang telah diregistrasi Badan Karantina Pertanian.  Permohonan registrasi laboratorium penguji keamanan PSAT yang diajukan suatu negara wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan harus melewati pengkajian oleh Tim, dan jika diperlukan dilakukan verifikasi kompetensi laboratorium penguji keamanan PSAT di negara asal. Pada tahun 2019, sampai Juni ini Badan Karantina Pertanian telah melakukan 2 (dua) kali pengkajian permohonan registrasi baik permohonan baru maupun perpanjangan.  Proses pengkajian ini sangat ditentukan oleh kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang disampaikan oleh negara pemohon dengan persyaratan yang telah ditetapkan.  Pada akhir Januari 2019, telah dilakukan pengkajian terhadap permohonan 11 negara baik permohonan baru maupun perpanjangan, namun dari hasil pengkajian tersebut tidak seluruhnya direkomendasikan untuk mendapatkan registrasi laboratorium, masih ada kelengkapan dokumen yang dipenuhi negara pemohon, seperti dokumen sertifikat akreditasi laboratorium yang masih berlaku dan rekapitulasi pengujian yang dilakukan laboratorium terhadap PSAT yang diekspor ke Indonesia untuk melihat kinerja/performance dari masing-masing laboratorium.  Pengkajian selanjutnya dilakukan pada awal Mei 2019.  Pada kesempatan tersebut dilakukan pengkajian terhadap permohonan dari 11 negara.  Daftar negara yang memiliki laboratorium penguji PSAT yang telah diregistrasi Badan Karantina Pertanian terlampir.


Related Post