Pacu Ekspor, Kementan RI Segera Tandatangani MOU Dengan MPI New Zealand

Administrator 24 Juni 2019 231

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) lewat Badan Karantina Pertanian terus pacu ekspor produk pertanian diantaranya dengan kerjasama E-Cert bersama negara mitra dagang. E-Cert mempermudah eksportir terutama dalam hal pengiriman persyaratan SPS ke negara tujuan, sehingga mempercepat proses karantina di negara tujuan. "Kita evaluasi kerjasama E-Cert dengan New Zealand dan segera tandatangani MOU," ungkap Agus Sunanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat melakukan pertemuan dengan pihak Ministry for Primary Industries New Zealand (MPI) di Jakarta (20/6).

Evaluasi tersebut terkait proses E-Cert yang selama ini sudah di lakukan dengan pemerintah New Zealand. Baik alur prosesnya maupun sistem keamanan dokumennya. Rencananya setelah perbaikan hasil evaluasi dilakukan, Kementan akan segera menandatangani nota kesepahaman kedua negara terkait kerjasama electronic cerrificate (E-Cert) untuk kegiatan ekspor dan impor.

Menurut Agus, selain dengan New Zealand, kerjasama E-Cert juga dilakukan dengan Australia dan Belanda. Saat ini Kementan juga tengah menjajaki kerjasama E-Cert dengan negara mitra yang tergabung dalam Asean Single Window dan E-Phyto Hub ke negara yang tergabung dalam IPPC atau International Plant Protection Convention.

Bill Jolly, Chief Market Accse MPI dalam diskusinya, menyampaikan bahwa kerjasama E-Cert antara Indonesia dengan New Zealand sangat baik dan bahkan terbaik di ASEAN. Tim Informasi KKIP (Kepatuhan, Kerja Sama san Informasi Perkarantinaan) Barantan bersama Tim IT New Zealand telah melakukan ujicoba pertukaran sertifikat elektronik baik untuk phytosanitary, maupun sanitary cerrificte secara 2 arah dan berhasil dengan baik. Menurutnya ini bisa memicu dan menjadi contoh bagi negara lain.

Agus kembali menekankan bahwa upaya pemerintah dalam hal E-Cert akan terus dikembangkan, karena selain dapat mengurangi penggunaan dokumen ( paperless) juga bisa mengurangi dwelling time di pelabuhan. Agus menambahkan sekitar bulan Juli, Indonesia juga akan segera menjalankan sistem kerjasama E-Cert dengan Vietnam.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula perwakilan dari Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN).


Related Post