Kinerja Kepatuhan

Pengawasan di tempat pemasukan dan tempat pengeluaran terhadap pangan/produk pertanian yang masuk ke dalam wilayah Indonesia dan keluar dari wilayah Indonesia, diperlukan dalam rangka menjamin pangan/produk tersebut memenuhi ketentuan karantina, tidak mengandung cemaran kimia maupun biologi yang melebihi batas yang sudah ditetapkan sehingga aman dan layak dikonsumsi, mencegah masuk dan menyebarnya hama penyakit hewan dan organisme pengganggu tumbuhan, serta dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya alam khususnya tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.

Meningkatnya lalu lintas barang/produk melalui berbagai macam moda transportasi membuka peluang terjadinya pelanggaran-pelanggaran di bidang perkarantinaan pertanian dan pengawasan keamanan hayati, sehingga Petugas Karantina dituntut untuk dapat melakukan pengawasan secara optimal.   Perkembangan tindak pidana atau pelanggaran hukum di bidang perkarantinaan pertanian, selama semester I tahun 2017 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

No Kasus Kategori Lokasi Status
1 36 ekor burung yang akan diberangkatkan ke Singapore tidak disertai sertiifkat kesehatan dari karantina Ekspor Yogyakarta P21
2 Peyelundupan hewan reptil  tujuan Bangkok tanpa disertai dokumen karantina. Ekspor Yogyakarta Proses
3 Pengiriman Musang yang disamarkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin tujuan Jakarta tanpa disertai persyaratan karantina Antar Area Banjarmasin P21
4 Pemasukan Ayam dari negara Malaysia tanpa dilengkapi dengan sertifikat kesehatan hewan dari negara asal serta tidak dilaporkan ke petugas karantina Impor Tanjung Balai Asahan P21
5 Pemasukan ilegal 1.115 ekor burung dari Malaysia tanpa disertai dokumen karantina Impor Batam Proses
6 Membawa daging babi hutan (celeng) yang tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan dari daerah asal dan tidak dilaporkan serta tidak diserahkan kepada petugas Karantina Pertanian Antar Area Bandar Lampung Proses
7 Membawa Anjing Doberman dari Surabaya tanpa dilengkapi Surat Kesehatan dan tidak dilaporkan serta tidak diserahkan kepada petugas Karantina Pertanian Antar Area Sorong Proses
8 Membawa daging babi hutan (celeng) yang tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan dari daerah asal dan tidak dilaporkan serta tidak diserahkan kepada petugas Karantina Pertanian Antar Area Bandar Lampung Proses
9 Pemasukan ilegal 211 ekor burung dari Malaysia tanpa disertai dokumen karantina Impor Batam Proses

 

 (NN)