Apa itu Patuh Karantina

Kepatuhan terhadap regulasi perkarantinaan tidak hanya menjadi slogan awareness belaka tanpa komitmen nyata dari kita bersama. Ketaatan kita dalam melaksanakannya menjadi refleksi dari kesadaran dan tanggung jawab pada perlindungan Sumber Daya Hayati kita dari kerusakan yang dapat berujung pada kepunahan. Untuk itu perlu bersama kita ketahui tentang hal-hal yang dilarang dan diperbolehkan dalam melalulintaskan komoditas pertanian baik untuk hewan dan produk hewan serta tumbuhan dan produk tumbuhan dari/ke wilayah Republik Indonesia sebagai 'aset' bangsa ini.

A. Yang dilarang dimasukkan ke wilayah RI :

  1. Komoditas Pertanian yang berasal dari negara wabah penyakit (lihat basis data HPHK dan OPTK) baik di negara asal maupun dinegara transit
  2. Komoditas Pertanian tanpa surat kesehatan dari negara asal
  3. Komoditas harus sehat dan tidak terkontaminasi cemaran baik cemaran biologi maupun kimia
  4. Importasi melalui pintu pemasukan (entry point) yang tidak ditetapkan

B. Pelabuhan yang ditetapkan sebagai Pintu Pemasukan Komoditas Tertentu

  1. Pelabuhan Laut Tanjung Priok
  2. Pelabuhan Laut Belawan
  3. Pelabuhan Laut Tanjung Perak
  4. Pelabuhan Laut Tanjung Emas
  5. Pelabuhan Laut Soekarno Hatta, Makassar

C. Dokumen Karantina

Dokumen apa saja yang dibutuhkan saat melakukan importasi? Berikut secara umum dokumen-dokumen terkait yang dibutuhkan dari negara asal :

 

 

 

 

  1. Health Certificate untuk hewan hidup
  2. Phytosanitary Certificate untuk tanaman dan produk tanaman
  3. Prior Notice untuk komoditas buah dan sayuran tertentu
  4. Certicate of Analysis untuk komoditas produk hewan dan tumbuhan tertentu