Kerjasama


  1. Kesepahaman Bersama antara Badan Karantina Pertanian dan Universitas Airlangga Nomor 1717/HK.060/L/06/07, 5222/J03/KP/2007 tentang Kerja Sama Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Karantina Hewan.
    Kesepahaman ini dimaksudkan untuk mengembangkan SDM di bidang perkarantinaan melalui kegiatan pendidikan, pelatihan maupun penelitian dan pengembangan IPTEK Karantina Hewan. Tujuan dari adanya kesepahaman bersama ini adalah memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang perkarantinaan bagi mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dan terbangunnya SDM Badan Karantina Pertanian yang profesional dan responsif terhadap perkembangan IPTEK Karantina Hewan. Ruang lingkup kerjasama Pengembangan SDM serta IPTEK Karantina Hewan dapat mencakup pendidikan dan pelatihan, magang, perbantuan keahlian, pemanfaatan sarana dan prasarana ilmiah, pengembangan teknik dan metode, pengembangan jaringan laboratorium, peningkatan kapasitas dan kompetensi laboratorium, seminar, workshop dan pengkajian ilmiah. Kesepahaman Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak ditanda tangani.
     
  2. Kesepahaman Bersama antara Badan Karantina Pertanian dengan Universitas Hasanuddin Nomor 4798/HK.130/L/11/09, 10128/H4/PM.05/2009 tentang Kerja Sama Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan.
    Kesepahaman Bersama ini mengatur kerja sama dalam bidang pengembangan SDM dan IPTEK Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan. Kerja Sama ini dimaksudkan untuk pengembangan SDM di bidang perkarantinaan melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan IPTEK Karantina Hewan dan Tumbuhan. Tujuan kerjasama adalah memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang perkarantinaan bagi civitas akademika Universitas Hasanuddin dan terbangunnya SDM Badan Karantina Pertanian yang profesional dan responsif terhadap perkembangan IPTEK Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan. Ruang lingkup kerjasama Pengembangan SDM serta IPTEK Karantina Hewan dan Tumbuhan mencakup pendidikan dan pelatihan, magang, perbantuan keahlian, pemanfaatan sarana dan prasarana ilmiah, pengembangan teknik dan metode, pengembangan jaringan laboratorium, peningkatan kapasitas dan kompetensi laboratorium, seminar, workshop dan pengkajian ilmiah; dan/atau pengembangan jejaring IT dan produknya. Kesepahaman Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak ditanda tangani.
     
  3. Nota Kesepahaman antara Badan Karantina Pertanian dengan Universitas Jambi Nomor 3492/HK.020/L/4/2014, 07/UN21/LL/2014 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Bidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan, dan Keamanan Hayati.Kerja Sama ini dilakukan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati.
    Ruang lingkup kerjasama ini mencakup pendidikan dan pelatihan, magang, penelitian dan pengembangan, perbantuan ahli, pemanfaatan sarana dan prasarana ilmiah, pengembangan teknik dan metode, pengembangan jaringan laboratorium, peningkatan kapasitas dan kompetensi petugas laboratorium, seminar, workshop, dan pengkajian ilmiah. Kesepahaman Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sejak ditanda tangani.
    • Nota Kesepahaman Antara Badan Karantina Pertanian dengan Universitas Brawijaya Nomor 3595/HK.020/L/5/2014, 19/UN10/DN/2014 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Bidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati.
      Kerjasama ini dilakukan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati. Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk pengembangan sumber daya manusia dalam bidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati. Tujuan dibuatnya Nota Kesepahaman adalah memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang perkarantinaan bagi mahasiswa Universitas Brawijaya dan terbangunnya SDM Badan Karantina Pertanian yang profesional dan responsif terhadap perkembangan IPTEK dalam bidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan, dan Keamanan Hayati.

      Ruang lingkup kerjasama ini mencakup pendidikan dan pelatihan, magang, penelitian dan pengembangan, perbantuan keahlian, pemanfaatan sarana dan prasarana ilmiah, pengembangan teknik dan metode, pengembangan jaringan laboratorium, peningkatan kapasitas dan kompetensi laboratorium, seminar, workshop dan pengkajian ilmiah. Kesepahaman Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sejak ditanda tangani.
       
    • Nota Kesepahaman Bersama Badan Karantina Pertanian dengan Universitas Gajah Mada Nomor 6410/HK. 220/L/07/2015, 4997/P/Dir-KA/2015.
      Kerja sama ini meliputi kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Sistem Perkarantinaan dan bidang lain. Nota Kesepahaman ini ditanda tangani pada tanggal 22 Juli 2015 dan berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.
    • Nota Kesepahaman antara Badan Karantina Pertanian dengan Institut Pertanian Bogor Nomor 1655/HK.220/L/2/2016, 04/IT3/KsM/2016.
      Nota Kesepahaman ini mengatur Kerja Sama di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Karantina Hewan dan Karantna Tumbuhan serta bidang lain yang disepakati oleh kedua belah pihak dan sesuai dengan fungsi serta wewenang masing-masing pihak guna kelancaran pelaksanaan tugas dan kewajiban kedua institusi ini. Kesepahaman Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sejak ditanda tangani.

      Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman ini maka telah dibuat Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani dengan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor Nomor 3485/HK.220/L.2/4/2016, 003/KI3.2/KsM/2016 tentang Kerja Sama Pendidikan dan Penelitian Bidang Karantina Hewan. Ruang lingkup kerjasama ini meliputi:

      a.  Pendidikan, Pelatihan, Praktek Kerja Lapang, Penelitian Tugas Akhhir Sarjana Kedokteran Hewan, serta Magang Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB dengan menggunakan fasilitas Badan Karantina Pertanian.
      b.    Pendidikan, Pelatihan, Penelitian serta Magang Profesi bagi petugas karantina hewan dengan menggunakan fasilitas Fakultas Kedokteran Hewan IPB.
      c.    Pengembangan dan penelitian, ilmu pengetahuan dan teknologi terkait karantina hewan dan keamanan hayati hewani.
      d.    Peningkatan pengetahuan melalui kegiatan ilmiah (seminar, lokakarya, pelatihan khusus dan pertemuan ilmiah lain).
      e.    Kegiatan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan fungsi kedua institusi.
      f.    Hal-hal lain yang dikomunikasikan dan disepakati oleh kedua institusi.

      Nota Kesepahaman ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahu sejak ditanda tangani.
       
    • Keputusan Bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kepala Badan Karantina Pertanian, dan Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan Nomor KEP-48/BC/2005, 115/Kpts/PD.540/L/5/05, 02/MEN/2005 tentang Tatalaksana Pelayanan dan Pengawasan Impor dan Ekspor Komoditi Wajib Periksa Karantina.
      Keputusan Bersama ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap impor dan ekspor komoditi wajib periksa Karantina yang memerlukan penaganagn secara terpadu antar instansi pemerintah terkait. Keputusan Bersama ini mengatur tentang daftar muatan kapal (inward manifest), pelayanan karantina, pelayanan bea dan cukai, pertukaran data elektronik, dan tindakan pemusnahan. Keputusan Bersama ini ditandatangani pada tanggal 10 Mei 2005.
    • Peraturan Bersama Kepala Badan Karantina Pertanian dan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor 233/KL.430/L/1/2010, 15/DIRJEN/2010 tentang Tindakan Karantina Terhadap Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina Serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina yang Berasal dari Barang Impor, Ekspor dan Kiriman Antar Area yang Dikirim Melalui Pos dan/atau Jasa Titipan.
      Kerjasama ini dilakukan dalam rangka mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia, dari dalam negeri ke luar negeri, serta dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia yang dilalulintaskan melalui jasa pos dan/atau jasa titipan perlu dilakukan tindakan karantina terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan dan organisme pengganggu tumbuhan. Tindakan karantina dilakukan berdasarkan analisis risiko. Tindakan karantina dilakukan setelah berkoordinasi dengan PT. Pos Indonesia dan/atau penyelenggara jasa titipan.
       
    • Nota Kesepahaman antara Diretorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan, Badan Karantina Pertanian, dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02/SPK/MOU/12/2003, HK.08.1.23.12.13.6197, 1502/HM.240/G/12/2013, 01/PSDKP/KKP/KB/XII/2013, KEP-148/BC/2013/458/BKIPM/XII/2013, 5600/HK.020/L/12/2013, 01/DAGLU/MoU/12/2013 tentang Kerja Sama Pengawasan barang yang Dilarang atau Dibatasi (LARTAS) di Tempat Pemasukan dan Pengeluaran Serta Pengawasan Barang Beredar di Pasar.
      Nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai landasan kerjasama bagi PARA PIHAK dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pengaasan barang lartas di tempat pemasukan dan pengeluaran serta pengawasan barang beredar di pasar berdasarkan prinsip kemitraan dan kebersamaan. Nota Kesepahaman ini untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas pelaksanaan pengawasan barang lartas di tempat pemasukan dan pengeluaran serta pengawasan barang beredar di pasar; dan saling memberikan informasi terkait hasil pengawasan barang lartas di tempat pemasukan dan pengeluaran serta pengawasan barang beredar di pasar. Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pengawasan barang lartas di tempat pemasukan dan pengeluaran, pengawasan barang beredar di pasar, aktivitas dimensi pengawasan, dan sinkronisasi kewenangan dalam melaksanakan pengawasan, sharing resources meliputi sumber daya manusia, sarana, infrastuktur pengawasan dan pengujian, penyusunan rencana aksi jangka pendek dan jangka menengah serta monitoring dan evaluasi; dan koordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya.
       
    • Perjanjian Kerja Sama antara Badan Karantina Pertanian dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Nomor 6450/HK.230/L/07/2015, Kerma/12/VII/2015 tentang Dukungan Operasional Perkarantinaan Hewan dan Tumbuhan Serta Pengawasan Keamanan Hayati Di Wilayah Perbatasan Darat Antar Negara.
      Maksud Perjanjian Kerja Sama ini adalah sebagai landasan bagi kedua institusi dalam melakukan kerja sama sebagaimana dimaksud dalam ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini. Tujuan Perjanjan Kerjasama ini adalah untuk mendapatkan kesamaan pola sikap dan pola tindak dalam rangka mendukung tugas pokok kedua institusi. Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini meliputi kegiatan operasional, kegiatan pembinaan ketahanan wilayah, dan kegiatan sosialisasi. Perjanjian Kerja Sama ini berlaku sampai 31 Desember 2015 dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak.
       
    • Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Karantina Pertanian Nomor 1222/KS.01.03/8/2015, 7144/KH.230/L/8/2015 tentang Penyediaan Akses Internet dalam Rangka Mendukung Pelayanan Karantina Pertanian.
      Kerja Sama ini dilakukan dalam rangka mendukung pelayanan karantina pertanian. Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mewujudkan percepatan penyediaan akses internet secara berkelanjutan dalam rangka pelayanan karantina guna mendukung pembangunan pertanian. Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini meliputi penyediaan data dan informasi; pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia; penyediaan sara dan prasarana pendukung telekomunikasi/teknologi informasi dan komunikasi (TIK); dan penyediaan dan pemanfaatan akses internet.
       
    • Perjanjian Kerja Sama antara Kepala Badan Karantina Pertanian dengan Deputi Bidang Pengkajian Persandian Nomor 4600/HK.220/L/5/2016, PERJ.10/LSN/SU/HK.08.01/05/2016 tentang Penyelenggaraan Certificate Authority (CA) Sebagai Sarana Pengamanan Pertukaran Data dan Informasi Dalam Sistem E-Cert Sanitary and Phytosanitary (SPS).
      Maksud dari kerja sama ini adalah agar terdapat kesamaan pola pikir dan pola tindak bari kedua institusi dakam rangka penyelenggaraan Certificate Authority (CA) pengamanan data dan informasi dalam sistem e-Cert SPS. Tujuan Perjanjian Kerja sama ini adalah sebagai acuan bagi kedua institusi dalam melaksanakan penyelenggaraan Certificate Authority (CA) untuk pengamanan data dan informasi dalam sistem e-Cert SPS.

      Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini meliputi:

      a.    Pengembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi pada penyelenggaraan Certificate Authority (CA) yang memperhatikan aspek karahasiaan, keaslian serta aspek pengamanan pertukaran data dalam sistem e-Cert SPS;
      b.    Penggunaan, peningkatan dan pengembangan sumber daya yang dimiliki oleh kedua institusi guna menunjang terlaksananya pengamanan pertukaran data dalam sistem e-Cerft SPS; dan
      c.    Pelatihan dan diseminasi informasi.

 

 

 

Halaman :    1 | 2 | 3 |