Prosedur Impor Karantina Tumbuhan


Persyaratan Karantina Tumbuhan dan Kewajiban Tambahan untuk Pemasukan Benih (Secara Umum)

 

Persyaratan karantina tumbuhan untuk pemasukan benih ke dalam wilayah negara Republik Indonesia, sebagai berikut:

A.   Persyaratan Karantina Tumbuhan (Plant Quarantine Requirements)

 

  1. Dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan (Phytosanitary Certificate) dari NPPO negara asal;
  2. Melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan;
  3. Dilaporkan dan diserahkan kepada Petugas Karantina Tumbuhan setibanya di tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan.

 

B.   Kewajiban Tambahan (Additional Requirements)

  1. Disertai Surat Ijin Pemasukan (SIP) dari Menteri Pertanian;

 

place of production) atau situs produksi (production site) yang bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Pertanian No. 51/2015 dan/atau berdasarkan hasil analisis risiko;

 

 

  1. Benih tidak dikirim dalam keadaan curah, baik di dalam alat angkut maupun peti kemas dan dikemas dengan baik untuk menghindari infestasi/kontaminasi OPT/OPTK dan kerusakan selama dalam perjalanan;

 

  1. Apabila dari hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa benih positif mengandung OPTK dan upaya pembebasan tidak dapat dilakukan, maka terhadap partai kiriman benih tersebut dilakukan tindakan pemusnahan;
  2. Apabila persyaratan karantina tumbuhan dan kewajiban tambahan tidak dapat dipenuhi, kami rekomendasikan untuk tidak memasukkan benih dari tempat/ situs yang diusulkan.

 

 

 

 

 

Persyaratan Karantina Tumbuhan dan Kewajiban Tambahan untuk Pemasukan Benih dari Daerah Endemis Kumbang Kapra

 

Persyaratan karantina tumbuhan untuk pemasukan benih ke dalam wilayah negara Republik Indonesia, sebagai berikut:

A.     Persyaratan Karantina Tumbuhan (Plant Quarantine Requirements)

 

  1. Dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan (Phytosanitary Certificate) dari NPPO negara asal;
  2. Melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan;
  3. Dilaporkan dan diserahkan kepada Petugas Karantina Tumbuhan setibanya di tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan.

 

B.    Kewajiban Tambahan (Additional Requirements)

  1. Disertai Surat Ijin Pemasukan (SIP) dari Menteri Pertanian;

 

place of production) atau situs produksi (production site) yang bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Pertanian No. 51/2015 dan/atau berdasarkan hasil analisis risiko;

 

 

3) dosis 2 gr/m3 selama 3 x 24 jam untuk membebaskan benih dari OPT kelompok serangga, fungisida untuk OPT kelompok cendawan, dan dikemas menggunakan kantong plastik atau jenis kemasan lainnya untuk menghindari kerusakan dan menjamin tidak terjadinya reinfestasi OPT/OPTK selama pengiriman;

  1. Benih tidak dikirim dalam keadaan curah, baik di dalam alat angkut maupun peti kemas dan dikemas dengan baik untuk menghindari infestasi/kontaminasi OPT/OPTK dan kerusakan selama dalam perjalanan;

 

  1. Apabila dari hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa benih positif mengandung OPTK dan upaya pembebasan tidak dapat dilakukan, maka terhadap partai kiriman benih tersebut dilakukan tindakan pemusnahan;
  2. Apabila persyaratan karantina tumbuhan dan kewajiban tambahan tidak dapat dipenuhi, kami rekomendasikan untuk tidak memasukkan benih dari tempat/ situs yang diusulkan.

 

 

Persyaratan Karantina Tumbuhan dan Kewajiban Tambahan untuk Pemasukan Benih dari Daerah Endemis South American Leaf Blight

 

Persyaratan karantina tumbuhan untuk pemasukan benih ke dalam wilayah negara Republik Indonesia, sebagai berikut:

A.     Persyaratan Karantina Tumbuhan (Plant Quarantine Requirements)

 

  1. Dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan (Phytosanitary Certificate) dari NPPO negara asal;
  2. Melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan;
  3. Dilaporkan dan diserahkan kepada Petugas Karantina Tumbuhan setibanya di tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan.

 

B.    Kewajiban Tambahan (Additional Requirements)

  1. Disertai Surat Ijin Pemasukan (SIP) dari Menteri Pertanian;

 

place of production) atau situs produksi (production site) yang bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Pertanian No. 51/2015 dan/atau berdasarkan hasil analisis risiko;

 

 

  1. Benih tidak dikirim dalam keadaan curah, baik di dalam alat angkut maupun peti kemas dan dikemas dengan baik untuk menghindari infestasi/kontaminasi OPT/OPTK dan kerusakan selama dalam perjalanan;

South American Leaf Blight dan mengganti dengan kemasan yang baru di negara tersebut, dan memusnahkan kemasan sebelumnya dengan cara dibakar;

 

  1. Apabila dari hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa benih positif mengandung OPTK dan upaya pembebasan tidak dapat dilakukan, maka terhadap partai kiriman benih tersebut dilakukan tindakan pemusnahan;
  2. Apabila persyaratan karantina tumbuhan dan kewajiban tambahan tidak dapat dipenuhi, kami rekomendasikan untuk tidak memasukkan benih dari tempat/ situs yang diusulkan.

 

 

Halaman :    1 | 2 |