Badan Karantina Pertanian
 

Ini 5 Langkah Strategis, Panen Berlimpah di Kabupaten Subang

Administrator 20 Desember 2017 1042

Subang (20/12) - Petani di desa Salam Jaya saat musim paceklik 2017 juga dapat menuai padi dengan hasil melimpah seperti halnya juga di desa-desa Kabupaten Subang dan beberapa sentra padi lainnya. Sehingga  mampu menyediakan beras guna memenuhi konsumsi masyarakat. Pasokan beras saat ini cukup dan sekaligus mampu menjaga harga beras stabil.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Upaya Khusus Swasembada Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) Jawa Barat, Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini di lokasi panen Tegal Koneng, desa Salam Jaya. Bersama Dandim Subang, Kepala BPTP Jawa Barat dan petani Gapoktan Tegal Murni. Banun lakukan tahapan panen padi varietas Inpari 30. Ia mengajak petani yang belum gunakan varietas unggul ini untuk bersama memulainya di musim tanam depan. Hal ini disampaikan saat berdialog bersama petani yang bersiap panen padi varietas Ciherang.

“Saya mengajak bapak ibu Petani disini untuk menjadi penangkar benih unggul Inpari 30, selain benih pendampingan juga  akan disiapkan”, ajaknya. Kinang, ketua Gapoktan melaporkan saat ini petani di desa Pabuaran seluas dengan luas lahan 200 ha dengan kondisi pertanaman sudah panen, sedang panen dan akan panen di 10 hari kedepan.
Untuk desa Pringkasap seluas 150 ha dengan kondisi pertanaman masih akan panen di 14 hari kedepan.

Juga untuk Petani di lokasi ini, desa Salam Jaya seluas 250 ha dengan kondisi pertanaman sudah panen,  sedang panen  masih akan panen di 7 hari kedepan. “Petani disini umumnya masih gunakan varietas Mekongga dan Ciherang dengan tingkat produktivitas  yang masih 4.5 ton/ha, masih rendah dibanding dengan Inpari 30 yang mencapai 7.2 ton/ha”, jelasnya. Ia dan anggotanya akan sambut ajakan untuk segera gunakan varietas unggul.

Banun  menjelaskan, data luas tanam di Kabupaten Subang selama kurun waktu 3 tahun ini terus meningkat, 164.000 ha tahun 2015, 179.004 ha tahun 2016 dan 199.508 ha tahun 2017. Dan ini berakibat pada naiknya jumlah produksi panen padi di kabupaten ini masing-masing : 1.154 juta ton tahun tahun 2015, 1.269 juta ton tahun 2016 dan menjadi 1.3 juta ton di tahun 2017.

Bersama dengan seluruh petani dan tim Upsus Jabar ini langkah strategis yang dilakukan, pertama menjaga dan memelihara golongan air untuk antisipasi anomali iklim. Kedua, bersama lakukan gerakan tanam serempak untuk memutus siklus organisme pengganggu tumbuhan (opt). Ketiga melakukan pendampingan kepada petani untuk mengamankan panen agar terlindung dari hama dan keempat, membangun damp-damp area membantu petani. Dan strategi yang terus digencarkan adalah
Menerjunkan teknologi pertanian turun ke sawah sehingga maksimal produksi dapat maksimal dan dapat turut mengirim ke daerah lain bahkan ekspor.

Untuk pencapaian produksi padi secara nasional, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman beserta jajarannya di pusat dan daerah lakukan sinergi dan koordinasi dalam memberikan bantuan sarana dan prasarana ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data Kementan, luas tanam padi secara nasional pada Juli - September 2017 mencapai 1,0 - 1,1 juta  hektar perbulan. Ini berarti naik dua kali lipat dari tahun sebelum ada program Upsus hanya 500 ribu hektar perbulan.

Total panen padi di bulan Desember 2017 ini seluas 1,1 juta hektar dengan hasil mencapai 6 juta ton GKG atau 3 juta ton beras. Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional  2,6 juta ton dan berarti surplus 0,4 juta ton.

Peningkatan luas tanam musim kering Juli -September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program Upsus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 3,4 juta hektar atau 113%, pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage, perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektar, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektar, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 persen dari tahun 2014. Kemudian, bantuan benih 12,1 juta hektar, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton serta asuransi usahatani padi 1,2 juta hektar.

Narasumber : Banun Harpini - Ketua Tim Upsus Pajale Propinsi Jawa Barat | Kepala Badan Karantina Pertanian

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut dapat hubungi : Japar Sidik - Kepala Bagian Hukum dan Humas (Mobile Phone : 08116142827)