WASPADA COVID-19 (SARS-CoV-2) PADA HEWAN

Administrator 15 Juni 2020 100

Novel coronavirus merupakan strain baru dari virus RNA telah terjadi di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019. Coronavirus yang dikenal dengan SARS-CoV-2 menyebabkan Covid-19 (Corona Virus Diseases 2019). Penyakit ini awalnya merupakan penyakit yang sangat menular antar manusia (human to human transmission). Sejalan dengan waktu hewan ternyata peka terhadap penyakit ini.

 Menurut laporan OIE (2020) dan jurnal-jurnal ilmiah Kasus Covid-19 (SARS-CoV-2) telah dilaporkan di beberapa negara seperti Hong Kong, Amerika Serikat, Belanda, dan Rusia. Kasus Covid-19 (SARS-CoV-2) terjadi pada anjing, kucing, harimau dan cerpelai (mink).

Gejala yang mucul pada hewan bervariasi ada yang tidak menunjukkan gejala klinis batuk dan gejala pernafasan lainnya. Kasus pertama reverse zoonosis COVID-19 dimana manusia menulari Cerpelai (Mink), Cerpelai (Mink) ke sesamanya, dan dari Cerpelai (Mink) ke manusia  yang terjadi di peternakan Cerpelai (Mink) di Belanda melalui debu peternakan yang mengandung virus SARS-CoV-2. 

 SARS CoV-2 memiliki reseptor yang sama dengan SARS-CoV yaitu angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Reseptor ini terutama ada di saluran respirasi manusia dan hewan mamalia. babi, ferret, kucing, orang hutan, kera rhesus, beberapa spesies kelelawar dan manusia memiliki level afinitas yang sama terhadap SARS-CoV-2 berdasarkan kesamaan struktur reseptor ACE2.

 Musang dan kucing sangat rentan, anjing memiliki kerentanan rendah, dan ternak termasuk babi, ayam, dan bebek tidak rentan terhadap virus. SARS-CoV-2 bereplikasi di saluran pernapasan atas musang; virus juga bereplikasi secara efisien pada kucing, dan percobaan menunjukkan kucing rentan terhadap penularan melalui udara. Musang (ferret) juga peka terhadap COVID-19 dan dapat menularkan ke musang (ferret) yang lain.

 Untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit Covid-19 (SARS-CoV-2) melalui hewan, Badan Karantina Pertanian telah menerbitkan Edaran Peningkatan Kewaspadaan Pemasukan Media Pembawa Penyakit Covid-19 (SARS-CoV-2) dari Negara-Negara Wabah, yang selalu di perbaharui (up date) secara berkala mengikuti situasi penyakit Covid-19 (SARS-CoV-2) pada hewan dan manusia di dunia.

 Adanya kasus Covid-19 (SARS-CoV-2) pada hewan bukan berarti kita harus membuang hewan kesayangan kita. Justru kita harus lebih menyayangi dan meperhatikan kesehatan mereka seperti keluarga sendiri. Protokol Covid-19 dan social distancing sudah saatnya diterapkan untuk hewan-hewan peliharaan yang kita miliki. Hewan kesayangan tetap tinggal di rumah dan tidak keluar dan bertemu dengan hewan-hewan lainnya yang tidak diketahui riwayat kesehatannya. Hewan yang sakit segera di bawa ke dokter hewan terdekat.


Related Post