Pusat Karantina Hewan Dan Keamanan Hayati Hewani menjadi Dosen Tamu dalam Kegiatan Kuliah Online Ko

Administrator 02 Juli 2020 151

Pada Hari Senin dan Kamis tanggal 22 dan 25 Juni 2020, Pusat Karantina Hewan dan Keamanan hayati hewani menjadi Narasumber dalam Rotasi Kesmavet Program Koasistensi Calon Dokter Hewan Universitas Brawijaya. Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati hewani memberikan materi secara daring (online) oleh drh. Agus Sunanto, MM dan drh. Leonardus Bishara, MSi. Materi yang diberikan Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani yaitu; “Peran Karantina sebagai Garda Terdepan Pencegahan Keluar Masuknya Penyakit di Indonesia serta Status Daerah di Indonesia terkait dengan Penyakit Hewan” dan “ Informasi SPS dan Pengujian Laboratorium dalam Rangka Pemeriksaan Hama Penyakit Hewan Karantina”.

Rotasi Kesmavet adalah salah satu Program pendidikan bagi Calon Dokter Hewan di Universitas Brawijaya. Selain Rotasi Kesmavet para calon dokter hewan ini juga akan menjalani program pendidikan dalam bidang klinik, farmasi, reproduksi dan lainnya sebagai bekal bagi mereka untuk berkarya setelah menjadi dokter hewan. Kesmavet atau kesehatan masyarakat veteriner merupakan program yang mendidik para calon dokter hewan mengenai pencegahan zoonosis, higine makanan, penyidikan penyakit hewan, dan zoonosis, penjaminan keamanan dan kualitas produk peternakan serta mencegah terjadinya risiko bahaya akibat penyakit hewan dalam rangka menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Materi berikutnya yang diberikan oleh drh. Leonardus Bishara, MSi mengenai informasi Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan pengujian laboratorium yang dilakukan karantina. Karantina pertanian memiliki 50 laboratorium teknis di seluruh Indonesia, dan 1 laboratorium uji terap, dan 1 laboratorium rujukan BBUSKP. Laboratorium inilah yang menjadi senjata utama dalam mencegah masuknya penyakit ke Indonesia atau ke suatu daerah. Sanitary and Phytosanitary (SPS) measures adalah bagian dari kesepakatan WTO yang berkaitan dengan hubungan antara kesehatan & perdagangan internasional. Ketentuan SPS yaitu peraturan dan tindakan-tindakan yang dilakukan untuk melindungi kehidupan atau kesehatan manusia, hewan, ikan, tumbuhan dan negara.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani drh Agus Sunanto dalam materinya menyebutkan terdapat dua tugas utama karantina sesuai Undang-Undang no. 21 tahun 2019 (Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan) yaitu sistem pencegahan masuk, keluar dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina serta pengawasan dan/atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan, keamanan pakan dan mutu pakan, PRG, Sumber Daya Genetik, Agensia Hayati, Jenis Asing Invasif, Tumbuhan dan Satwa Liar, serta Tumbuhan dan Satwa Langka yang dimasukkan ke dalam, tersebarnya dari suatu Area ke Area lain, dan/atau dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebelum menutup kuliahnya drh Agus Sunanto berpesan agar para mahasiswa segera menyelesaikan tugasnya dan mendaftar ke karantina pertanian.


Related Post