Keterbukaan Informasi Publik, Barantan Komitmen Buka Akses Layanan Publik

Administrator 05 Agustus 2020 488

Jakarta -- Mendukung era keterbukaan informasi publik, Badan Karantina Pertanian (Barantan) sebagai salah satu badan publik dan unit kerja di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen penuh menyampaikan informasi publik dan telah membuka akses layanan publik secara luas.

Sesuai amanah Undang – Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Barantan bersama seluruh jajarannya di tingkat Unit Pelaksana Teknis yang ada di seluruh Indonesia, memberikan informasi publik dan pelayanan perkarantinaan kepada publik secara terbuka, cepat dan mudah.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan bahwa transparansi informasi menjadi pilar penting dalam menjalankan tugas perkarantinaan menjaga sumber daya alam hayati dan keamanan pangan. Berbagai akses layanan bagi publik disediakan Barantan guna mendukung komitmen tersebut seperti IQFAST, PPK Online, i-Mace, Prior Notice, maupun APIKH.

“Kami berkomitmen penuh dan sudah membuka seluas-luasnya akses layanan publik secara online, terutama masa pandemi ini layanan publik perkarantinaan agar dapat diakses publik dengan mudah dan cepat,” kata Jamil saat diwawancarai oleh Tim Penilai dalam rangka Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Lingkup Kementan di ruang VIP Barantan melalui pertemuan tatap muka secara daring (4/8).

Lebih lanjut dikatakan Jamil, pihaknya mengaku Barantan menyediakan berbagai informasi publik dan akses layanan publik Barantan melalui fasilitas ruang pelayanan informasi publik PPID. Hal ini guna meminimalisir penyalahgunaan wewenang jabatan dan menjunjung tinggi transaparansi.

“Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan wewenang jabatan, PPID Barantan memfasilitasi ruang pelayanan informasi publik agar publik tetap mendapatkan informasi sesuai kebutuhannya,” tambah Jamil.

Selama masa pandemi, publik bisa mendapatkan informasi terkait perkarantinaan melalui fasilitas PPID namun dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menggunakan masker dan selalu menjaga kebersihan. Berbagai pencegahan juga dilakukan sejak memasuki gedung dengan mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, menjaga jarak hingga di ruang pelayanan disediakan kaca pembatas serta handsanitizer. Selain itu juga, publik diberikan akses informasi melalui kontak komunikasi aplikasi whatsapp Barantan untuk memudahkan publik tanpa harus datang langsung.

“Melalui berbagai media layanan informasi publik, Barantan berkomitmen berikan informasi secara profesional, tangguh dan tepercaya,” pungkas Jamil.

Sesi wawancara daring tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri. Hadir sebagai Tim Penilai Independen Keterbukaan Informasi Pusat (KIP) diantaranya Sekretaris Centre for Strategic and International Studies, DR. Josep Kristiadi; Tenaga Ahli KIP, Tya Tirtasari; Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, M. Yasin; dan Anggota Freedom of Information Network Indonesia, Astrid Debora Meliala.


Related Post