11 UPT Barantan Meniti Jalan Menuju WBK

Administrator 10 September 2020 388

Jakarta – Sebelas unit pelaksana teknis (UPT) Badan Karantina Pertanian (Barantan) berhasil masuk dalam daftar calon peserta kompetisi peraihan predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pada tahun ini total Kementan mengajukan 24 instansi dibawahnya untuk berkompetisi.
 
UPT yang telah berhasil masuk pencalonan kompetisi predikat WBK diantaranya Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Balai Karantina Pertanian Kelas II Denpasar, Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, Balai Uji Terap, Teknik dan Metode Karantina Pertanian dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan.
 
Wilayah bebas korupsi atau sering disingkat dengan WBK merupakan predikat yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk unit kerja di instansi pemerintah sekurang-kurangnya eselon III yang menyelenggarakan fungsi pelayanan.
 
“Untuk masuk dalam pencalonan kompetisi predikat WBK ini, suatu instansi pemerintah harus menerapkan Zona Integritas (ZI) di lingkungan kerjanya berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di lingkungan Instansi Pemerintah.” jelas Erwin Dabuke Kepala Sub Bagian Organisasi dan Tatalaksana, Badan Karantina Pertanian
 
“Langkal awal untuk menerapkan ZI melalui pencanangan pembangunan ZI melalui pernyataan dari pimpinan suatu instansi pemerintah bahwa instansinya telah siap membangun Zona Integritas, dilanjutkan dengan penandatanganan Dokumen Pakta Integritas oleh seluruh pegawai atau sebagian besar pegawainya yang dilakukan secara terbuka.” Ujar Dabuke
 
ZI menuju WBK
 
Tahapan selanjutnya adalah ZI menuju WBK yang merupakan tindak lanjut dari pembangunan ZI. Terdapat 2 jenis komponen yang harus dibangun oleh instansi yang terpilih sebagai calon peserta peraihan predikat WBK, yakni komponen pengungkit yang masing-masing memiliki target yang ingin dicapai dan komponen hasil. Bobot nilai dari kedua komponen ini 60% untuk komponen pengungkit dan 40% untuk komponen hasil.
Komponen pengungkit merupakan komponen yang menjadi faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan ZI menuju WBK. Terdapat 5 komponen pengungkit yaitu manajemen perubahan, penataaan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja dan penguatan pengawasan. Melalui 5 komponen tersebut, diharapkan dapat menghasilkan sasaran pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, sebagai komponen hasil.
 
Dabuke menyatakan UPT Barantan yang telah berhasil meraih predikat WBK baru 3, yakni Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Balai Karantina Pertanian Kelas I Yogyakarta dan balai karantina Pertanian Kelas I Lampung.
 
“Harapan kami tahun 2020 ini, ke-11 UPT yang berhasil masuk dalam calon peserta kompetisi WBK dapat lolos semua. Sehingga dapat menjadi pemicu bagi unit kerja Barantan lainnya untuk segera meraih predikat WBK juga.” Tutup Dabuke.


Related Post