Dukung Ekspor Jawa Timur, Komisi IV DPR RI Kunjungi Karantina Pertanian Surabaya

Administrator 19 Februari 2021 47

Surabaya - Tim Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI F-PKB Anggia Erma Rini melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Jawa Timur (Jatim). Kunjungan kerja kali ini mengunjungi kantor Karantina Pertanian Surabaya untuk melihat proses bisnis karantina dan perkembangan ekspor komoditas pertanian Jatim.

 

Tim Komisi IV DPR RI melihat secara langsung aktivitas pelayanan inline inspection di kantor induk Karantina Pertanian Surabaya. Layanan ini dapat mempercepat proses penerbitan sertifikat karantina sehingga waktu untuk melakukan ekspor dapat dipersingkat.

 

“Ini trobosan yang sangat baik dan jelas menguntungkan bagi eksportir komoditas pertanian kita. Pemangkasan birokrasi dan percepat layanan ekspor harus diprioritaskan,” ungkap Hasan Aminuddin, Wakil Ketua Komisi IV F-Nasdem (18/2).

 

Dalam kunker tersebut, 20 anggota Komisi IV diajak untuk melihat display komoditas ekpor pertanian Jawa Timur yang dipandu oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan).

 

Beberapa komoditas unggulan ekspor dari sektor pertanian yang ditampilkan adalah sarang burung walet (SBW) dan olahannya, bakso, shuttlecock, susu, cicak dan tokek Kering, kedelai olahan, cengkeh, kakao bubuk dan butter, kopi, jamur, tembakau,  cerutu, minyak sawit dan kelapa, serta konjac/porang.

 

SBW dan cerutu merupakan komoditas yang berhasil mencuri perhatian para anggota Komisi IV, bahkan  Anggia Erma Rini menyatakan bahwa SBW layak disebut sebagai primadona ekspor dari Jawa Timur. 

 

Selain kunker Komisi IV DPR RI, di hari yang sama juga dilaksanakan pengarahan dari Kepala dan Sekretaris Badan Karantina Pertanian. Kepala Barantan berpesan supaya semua pegawai Karantina Pertanian Surabaya berkerja berlandaskan standar prosedur operasional yang telah ditetapkan dan selalu menjaga komunikasi baik internal maupun eksternal.

 

“Dengan berkomunikasi baik kepada sesama kolega maupun pimpinan akan mencegah terjadinya miss infomasi/kesalahpahaman yang berakibat fatal bagi pekerjaan,” pungkas Ali Jamil Kepala Badan Karantina Pertanian.


Related Post