Jamin Keamanan Pangan, Barantan Tingkatkan Fungsi Pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan

Administrator 26 Februari 2021 94

 


Bogor – Saat ini Indonesia menjadi salah satu sasaran pasar dari banyak produk pertanian impor dunia. Dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa Indonesia harus menerapkan persyaratan keamanan pangan yang ketat dan pengawasan yang efektif untuk melindungi rakyatnya. 

Badan Karantina Pertanian memiliki peran penting dan strategis dalam penguatan pengawasan lalu lintas media pembawa/PSAT di pintu pemasukan dan pengeluaran.

“Pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan yang aman dikonsumsi oleh masyarakat, diantaranya pangan segar asal tumbuhan sebelum didistribusikan dan dikonsumsi oleh masyarakat”, ujar A.M. Adnan, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati dalam sambutannya (24/02).

Dalam hal ini, menurut Adnan, pemerintah berkewajiban menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan disetiap rantai pangan secara terpadu, salah satunya terhadap pemasukan pangan segar asal tumbuhan dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia.

Lebih lanjut Adnan menerangkan bahwa berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019 peran Badan Karantina Pertanian tidak hanya mencegah masuk dan menyebarnya OPTK dan HPHK, tetapi semakin berkembang, salah satunya pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan dan pengeluaran media pembawa, khususnya pangan segar. 


Sebagaimana kita ketahui, volume dan frekuensi produk pertanian impor cukup tinggi. Permentan No. 55 tahun 2016 mengamanahkan tentang mekanisme pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan PSAT. Di dalam peraturan tersebut diatur persyaratan dokumen dan keamanan pangan yang harus dipenuhi, seperti dokumen Prior notice, certificate of analysis (CoA) dan sertifikat keamanan pangan dari negara asal, serta persyaratan keamanan pangan berupa cemaran kimia dan biologi yang tidak boleh melebihi ambang batas yang ditetapkan.

Kedepannya, kita perlu mewaspadai adanya potensi bahaya keamanan pangan baru dan bersifat tidak biasa, seperti cemaran radioaktif dan cemaran kimia atau mikrobiologi tertentu yang memang tidak lazim atau belum diatur dalam Permentan 55 Tahun 2016, papar Adnan dalam Workshop Hasil Monitoring Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Temu Nasional Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Lingkup Badan Karantina Pertanian di hotel swiss bell Bogor (24-26 Februari 2021).

Peserta  workshop ini adalah para petugas Karantina Pertanian, khususnya para pejabat fungsional PMHP Badan Karantina Pertanian yang kesehariannya menjalankan tugas dan fungsi terkait pengawasan keamanan hayati nabati. 


Related Post