Porang, Strategi Gratieks Karantina Pangkalpinang

Administrator 01 Maret 2021 130

Pangkalpinang – Dalam rangka mendorong gerakan peningkatan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian, Karantina Pertanian Pangkalpinang melakukan berbagai terobosan. Ada lima langkah yang dapat ditempuh untuk mencapai target Gratieks di tahun 2024. Langkah strategis tersebut adalah menambah jumlah eksportir baru, meningkatkan frekuensi, menambah keragaman komoditas ekspor, menambah mitra negara tujuan dan meningkatkan volume komoditas yang akan di ekspor.

"Untuk peningkatan ekspor di Pangkalpinang kami berusaha untuk dapat menambah keragaman komoditas ekspor, seperti porang. Karena porang saat ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasar internasional," ujar Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri saat memberikan sambutan Bimtek porang (25/2).


“Diharapkan setelah kegiatan ini akan muncul petani dan eksportir baru dari Bangka Belitung dan petani yang sudah menanam porang dapat menghasilkan porang berkualitas,” pungkas Zuhri.

 

Kami akan fasilitasi petani Pangkalpinang dengan bimbingan teknis tentang porang agar dapat menembus pasar ekspor sehingga bisa mendukung program utama Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian yaitu gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) tahun 2020-2024.



“Selain porang yang menjadi target komoditas baru dari Bangka Belitung yang akan diekpor, komoditas pertanian yang sudah diekspor diantaranya lada, karet, lidi nipah, tepung tapioka serta kelapa sawit dan turunannya”, papar Zuhri.

 

“Pemilihan bibit merupakan hal paling penting sebelum kita menanam supaya tidak salah dengan bibit tanaman umbi yang lain karena sebagai petani akan dirugikan," terang Faradan salah satu narasumber bimtek.



Menurut Faradan, “Porang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai bahan pembuat lem, pengganti media tumbuh mikroba, bahan makanan dan masih banyak manfaat lainnya."


Setelah penyampaian materi oleh narasumber, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke petani porang di Petaling, Kab. Bangka. Bimbingan teknis ini dihadiri oleh petani, mahasiswa, pelaku usaha/eksportir dan staff Karantina Pertanian Pangkalpinang.

 

“Diharapkan setelah kegiatan ini akan muncul petani dan eksportir baru dari Bangka Belitung dan petani yang sudah menanam porang dapat menghasilkan porang berkualitas,” pungkas Zuhri.

 




Related Post