Bangun Koordinasi NPPO di Indonesia, Karantina Pertanian Uji Standar Bahas NNC Bersama Barantan

Administrator 02 Maret 2021 59

Jakarta (2/3) – Kepala Karantina Pertanian Uji Standar (BBUSKP), Sriyanto hadiri pertemuan Organisasi Perlindungan Tanaman Nasional (National Plant Protection Organisation/ NPPO) yang diselenggarakan oleh Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamananan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian, selama tiga hari 24 – 26 Februari 2021. 

Tujuan dari pertemuan ini adalah membangun kerjasama dan koordinasi NPPO di Indonesia. Diantaranya mengulas Notification of Non Complaince (NNC) ekspor Indonesia tahun 2020, termasuk membahas langkah – langkah tindak lanjut perbaikan temuan nematoda Radopholus similis ke Jepang secara komprehensif dari hulu hingga hilir, konsep pendekatan kesisteman untuk dukungan ekspor (studi kasus tanaman hias) serta pembahasan protokol ekspor mangga Indonesia ke Korea Selatan.

“NNC dari pemerintah Jepang terhadap temuan nematoda pada ekspor tanaman hias Indonesia, perlu disikapi dan menjadi perhatian kita bersama. Ada sesuatu yang perlu diperbaiki dari hulu hingga hilir,” ungkap Sriyanto.

Karantina Pertanian Uji Standar dalam pertemuan ini memaparkan berbagai teknik deteksi yang efektif dalam tindakan karantina tumbuhan untuk tanaman hias ekspor, meliputi teknik sampling dan penanganan sampel. Berdasarkan referensi, metode ekstraksi ultrasonik dapat digunakan untuk mendeteksi R. similis dan penggunaan metode cepat (Immunostrip ELISA dan Isothermal Amplification PCR) dapat digunakan untuk mendeteksi Ralstonia solanacearum, Pseudomonas marginalis pv. marginalis, dan kelompok virus (TRV, TRSV, PVA, PVX, PVY, PLRV) yang dapat dikembangkan di laboratorium BBUSKP ke depan.

Sriyanto mengusulkan perlu ditetapkan adanya edaran atau pedoman pengambilan dan penanganan sampel serta pedoman teknik pengujian nematoda secara efektif.

“Hasil dari kegiatan ini diharapkan kinerja ekspor komoditas pertanian Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya keberterimaan komoditas pertanian Indonesia di pasar Internasional,” tutup Sriyanto.

Hadir dalam pertemuan NPPO adalah Direktorat Perlindungan Hortikultura, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Perkebunan, Direktorat Buah dan Florikultura, Otoritas Kompeten Keamanan Pangan serta Dinas Pertanian Pemerintah Daerah Bogor. (BBUSKP/humaspkd)


Related Post