FORUM KOMUNIKASI DENGAN PENGGUNA JASA KARANTINA TA 2021

Administrator 05 April 2021 623

(Bogor,02 Maret)-Pada hari Minggu-Selasa, 28 Februari – 02 Maret 2021, Pusat karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani melaksanakan kegiatan FORUM KOMUNIKASI PENGGUNA JASA KARANTINA TA 2021. Forum Komunikasi Pengguna Jasa Karantina adalah pertemuan antara petugas karantina dan pengguna jasa dalam membahas permasalahan terkait kebijakan perkarantinaan. Forum Komunikasi pengguna jasa tahun ini berfokus terhadap permasalahan kebijakan ekspor sarang walet ke Cina. Terdapat beberapa Hal yang perlu di bahas dalam forum ini yaitu ketentuan NKV tidak hanya di tempat prosesing walet, namun juga di rumah walet (yang dianggap oleh sebagian pengusaha cukup memberatkan, tidak jelas, rumit, serta berpotensi mengurangi produksi walet di rumah walet). Permasalahan lainnya yang dibahas dalam Forum ini yaitu proses re Audit terhadap 13 calon eksportir sarang walet ke Cina. Pengguna Jasa dalam hal ini eksportir walet menganggap pemerintah belum maksimal dalam melakukan pendampingan, bimbingan ke eksportir terkait persyaratan Cina, pemerintah dianggap belum maksimal dalam pendekatan ke pemerintah Cina untuk dapat meloloskan 13 eksportir sarang burung walet baru.

Tujuan kegiatan Forum Komunikasi Pengguna Jasa Karantina yaitu Memberikan pengetahuan kepada calon eksportir sarang burung walet terhadap persyaratan dan aturan baru yang ditetapkan oleh GACC, Memberikan sosialisasi kepada calon eksportir sarang burung wallet bahwa penjaminan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian merupakan salah satu persyaratan yang diminta oleh GACC, Memberikan sosialisasi kepada calon eksportir sarang burung wallet tetang Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Nomor Kontrol Veteriner khususnya dalam usaha pencucian, pengolahan dan rumah walet.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dari Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani dalam hal ini di wakili oleh Koordinator substansi Karantina Hewan Hidup Dr.drh.Heri Yulianto, M.Si. Dalam arahannya Dr. Heri menyampaikan agar output dari pertemuan ini yaitu mendapat masukan terhadap permasalahan apa saja yang dihadapi oleh para calon eksportir dan pengusaha walet terkait kebijakan perkarantinaan dan Kementerian Pertanian pada umumnya. Kemudian di carikan solusi terbaik yang dapat dilaksanakan baik dalam waktu dekat maupun dalam jangka panjangnya

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 14 UPTKP yang banyak melakukan Tindakan karantina serta pengawasan terhadap sarang burung walet. Narasumber terdiri dari 2 orang, berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta yang mempresentasikan tentang PROGRAM PENERAPAN PERMENTAN 11 TAHUN 2020 PADA UNIT USAHA SARANG BURUNG WALET DI DKI JAKARTA. Dalam data dinas KPKP di DKI Jakarta terdapat 20 unit pencucian sarang burung walet yang berlokasi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. status NKV yang dimiliki ke 20 unit pencucian sarang burung walet itu beragam yaitu 9 unit usaha di level 1, 9 unit usaha di level 2 dan 2 unit usaha di level 3. Seluruh unit usaha pencucian walet yang telah memiliki NKV akan secara berkala dilakukan surveilans oleh dinas.

Setelah paparan dari dinas KPKP DKI Jakarta, dilanjutkan dengan paparan dari drh Esmiralda Eka Fitri, MSi selaku sub koordinator bidang Produk hewan ekspor dan antar area. Secara umum terdapat 4 persyartan teknis dalam protocol ekspor SBW ke Cina, yaitu;

  • Unit Prosesing SBW (IKH) Teregistrasi di Barantan dan GACC.
  • Jaminan ketertelusuran sampai ke rumah walet
  • pemanasan sampai suhu inti mencapai minimal 70 oC dan selama 3,5 detik untuk mematikan agen pathogen
  • kadar nitrit < 30 ppm bebas cemaran biologi , kimia dan fisik

Beberapa dasar audit yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini oleh Badan Karantina Pertanian:

  • Bertujuan untuk menilai apakah sistem manajemen keamanan SBW Indonesia merupakan sistem berkelanjutan dan efektif;
  • Peninjauan kualifikasi standar perusahaan yang akan melakukan registrasi untuk perusahaan SBW yang secara resmi direkomendasika oleh Pemerintah Indonesia;
  • Memberikan pemahaman mengenai prinsip manajemen dan sistem pengawasan SBW di RRT kepada Perusahaan/produsen.
  • Untuk dapat melakukan ekspor sarang burung wallet ke RRT, pelaku usaha harus memiliki efford yang lebih karena membutuhkan waktu yang cukup lama dan rumit dikarenakan harus memenuhi syarat yang diminta oleh RTT
  • Perusahaan harus memastikan sistem ketelusuran berjalan dan mampu melakukan recall produk (apakah jika ada masalah pada produk, perusahaan dapat menarik barang tersebut). Tidak ada alasan bagi perusahaan yang belum ekspor untuk memenuhi persyaratan ketelusuran karena sistem harus sudah siap sebelum dokumen persyaratan disampaikan ke GACC.
  • Dari hasil audit GACC yang dilakukan pada tahun 2019 ada temuan yang mengindikasikan pegawai belum melaksanakan SOP, oleh sebab itu masing-masing pabrik harus melakukan evaluasi terhadap pegawai, memberikan pengertian pentingnya melaksanakan SOP.
  • Perusahaan bertanggung jawab menjamin kualitas produk. Auditor dapat melihat apakah sistem telah berjalan dengan baik


Related Post