NATIONAL ANIMAL QUARANTINE COORDINATING COMMITEE TA 2021

Administrator 05 April 2021 30

(Bogor,05 Maret) Pada hari Rabu-Jumat, 03-05 Maret 2021, Pusat karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani melaksanakan kegiatan NATIONAL ANIMAL QUARANTINE COORDINATING COMMITEE TA 2021. NAQCC adalah pertemuan antar instansi veteriner dalam rangka untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit baik penyebaran penyakit antar Negara maupun penyebaran penyakit antar area. Forum pertemuan instansi veteriner tahun ini berfokus sinergitas antar instasi veteriner. 

Sinergi tersebut berbentuk kerjasama antar unit-unit kerja jaringan kerja laboratorium veteriner serta koordinasi terhadap roadmap pembebasan penyakit beberapa daerah Indonesia dengan tujuan peningkatan populasi ternak, pencegahan penyebaran penyakit serta mendukung Gerakan Tiga Kali Ekspor yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.

Peserta NAQCC yaitu pejabat struktural dan fungsional Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Koordinator Substansi Informasi Perkarantinaan Pusat KKIP, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, perwakilan Laboratorium Veteriner (BVET dan BBVET), Dinas Prov. Jawa Barat dan perwakilan UPTKP. Narasumber adalah Dr.drh. Tri Satya Naipospos (Komisi Ahli karantina), Dr.drh. Ewaldus Wera (Staf Pengajar Prgram Studi Kesehatan Hewan, Politani Kupang).

Kegiatan NAQCC diawali dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani. Dalam arahannya Kepala Pusat Karantina Hewan dan Kehani menyebutkan bahwa sinergitas antar instansi sangat diperlukan. Sinergitas dalam pembebasan daerah dari suatu penyakit sangat perlu dilakukan dalam tataran puncak pimpinan hingga terwujud dalam pelaksanaan di lapang. Oleh karenanya kegiatan ini dilakukan untuk membuat rencana aksi untuk mewujudkan sinergitas tersebut. Beberapa kegiatan yang diusulkan Pusat Karantina Hewan dan Kehani yaitu sinergi antara UPTKP dan BVET di regionalnya dalam pembebasan wilayah untuk kepentingan ekspor, untuk kepentingan pembebasan suatu wilayah dari penyakit hewan dengan melakukan pembagian tugas dalam pengambilan sampel untuk kepentingan surveilans dan pemantauan. Sinergitas juga perlu dilakukan ditingkat pusat dengan membuat aturan sebagai dasar pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dalam hal pembebasan penyakit di tingkat lapangan.

Rencana Dukungan Program Pembebasan Penyakit Hewan yang akan dilakukan karantina berupa kegiatan; Pemantauan daerah sebar HPHK, Penjaminan Kesehatan Hewan yang dilalulintaskan, Penguatan Laboratorium, dan Integrasi Kesisteman.

Rencana aksi ketertelusuran memerlukan payung hukum berupa aturan serta pelaksanaan oleh karantina dan dinas. Dalam ketertelusuran dibutuhkan data seperti; Identifikasi ternak, Profiling peternakan, Profiling daerah asal/tujuan status dan situasi penyakit hewan, Lalulintas hewan.

Rencana aksi Integrasi Sistem Informasi rencananya akan menyatukan sistem informasi di dirjen PKH dan Badan Karantina Pertanian, yaitu Ishiknas dan IQfast. dalam rencana Monitoring dan Evaluasi akan dilakukan Identifikasi permasalahan dan hambatan, Evaluasi secara ondesk dan atau onsite, dan Koordinasi secara berkala.


Related Post