Dorong KTI Perkarantinaan, Workshop Literasi Informasi Digelar

Administrator 21 Mei 2021 83

Jakarta –  Memperluas wawasan pejabat fungsional khusus dalam karya tulis ilmiah (KTI), Badan Karantina Pertanian (Barantan) bekerjasama dengan Pusat Perpustakaan Pertanian (Pustaka), Sekretariat Jenderal Kementan menggelar Workshop Literasi Informasi Pertanian Lingkup Badan Karantina Pertanian pada Jumat, 21 Mei 2021.

KTI merupakan salah satu butir kegiatan yang wajib dilakukan oleh seorang aparatur negara sipil (ASN) dengan jabatan fungsional khusus untuk mengembangkan profesinya. Workshop ini menjawab kebutuhan dalam pencarian jurnal baik nasional maupun internasional sebagai bahan rujukan penulisan karya ilmiah.

 

Akhmad Subkhan, Kepala Bagian Umum Badan Karantina Pertanian mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi undangan pustaka kementerian Pertanian pada pejabat fungsional khusus di lingkup Barantan. Semoga para pejabat fungsional khusus bersemangat untuk membuat karya ilmiah yang bermanfaat untuk jabatannya dan Kementerian Pertanian.

“Kami laporkan peserta yang mengkuti workshop literasi informasi hari ini sebanyak 175 peserta yang berasal dari unit pelaksana teknis karantina pertanian si deluruh Indoensia. Workshop diselenggarakan secara daring tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti workshop dan mengajukan pertanyaan. Kedepan, semoga semakin banyak karya ilmiah yang dihasilkan oleh pejabat fungsional khusus dari Barantan,” ujar Subkhan pada saat menutup workshop

Subkhan menuturkan bahwa di Badan Karantina Pertanian sendiri terdapat beberapa jabatan fungsional diantaranya Pemeriksa Karantina Tumbuhan, Pemeriksa Karantina Hewan, Arsiparis, Pranata Humas, Pranata Komputer, Analis Kepegawaian, Analis PMHP, Analis Perencanaan dan akan bertambah lagi dalam waktu dekat Analis Keuangan.

 

“Diantara pejabat fungsional khusus tersebut beberapa sudah sering membuat karya ilmiah. Untuk pemuatan KTI tersebut, pihak pustaka bersedia memfasilitasi untuk dipublish guna memperkaya pengayaan literasi,” tambah Subkhan

Bambang Winarko selaku pemateri memaparkan  jurnal nasional dan internasional yang sudah dilanggan oleh Pustaka Kementan dan metode untuk mencarinya melalui website Pustaka Kementan. Selain itu juga dijelaskan cara untuk submit karya ilmiah yang sudah dibuat ke jurnal nasional dan internasional.

“Selain melalui pustaka kementan, pejabat fungsional khusus juga dapat mencari jurnal internasional yang lebih lengkap melalui e-RESOURCES yang ada di perpustakaan nasional,” tambah Bambang

Pada akhir pemaparan, Bambang tak lupa menjelaskan mengenai plagiarisme kepada peserta. Plagiat merupakan perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber yang memadai.

“Dalam membuat karya ilmiah kita harus hati-hati agar tidak mengandung plagiat, untuk itu sebelum menulis siapkan dahulu perencaan karya ilmiah dengan berkonsultasi dengan pimpinan atau instruktur, membuat catatan, dan pada saat menulis jangan lupa untuk memberikan cite source pada pernyataan yang dikutip,” tutup Bambang.


Related Post