Hadirkan Ahli, Karantina Priok Gelar Pelatihan Penilaian IKH Daging dan Jeroan

Administrator 18 Juni 2021 47

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan pemahaman pejabat karantina, Karantina Pertanian Tanjung Priok gelar pelatihan griyaan bertema penilaian Instalasi Karantina Hewan (IKH) daging dan jeroan. Pelatihan diikuti oleh Pejabat Karantina Pertanian Tanjung Priok bidang Hewan dilaksanakan secara daring sekaligus tatap muka. Acara berlangsung pada 14 – 16 Juni 2021, berlokasi di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Tanjung Priok.

Mendatangkan para narasumber ahli di bidangnya yaitu Dr. Drh. Hadri Latif, M.Si dari IPB University; Drh. Uti Ratnasari Herdiana, M.Si dari Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani , dan Widian Argawana dari PT Suri Nusantara Jaya.

Dr. Hadri Latif menyampaikan materi mengenai karakteristik kualitas daging dan sistem rantai dingin daging serta teknik audit cold storage daging dan jeroan. Materi yang sangat penting untuk pejabat karantina dalam menilai kualitas daging yang dilalu lintaskan melalui pelabuhan tanjung priok. Pejabat karantina diharuskan meningkatkan kemampuannya dalam menilai kualitas daging antara lain sensorik, karakteristik kimiawi – fisik dan mikrobiologis.

Hadri juga menegaskan pejabat karantina harus memiliki ketrampilan dalam menilai gudang daging dan jeroan (cold storage) sebagai instalasi karantina hewan, sehingga kualitas daging dan jeroan tetap terjaga dengan baik dan aman sampai ke konsumen. Pentingnya penanganan / handling daging dan jeroan menjadi titik kritis penjaminan keamanan pangan asal hewan dan mengantisipasi terjadinya penularan penyakit melalui produk hewan tersebut (foodborne disease)

Drh. Uti Ratnasari Herdiana, M.Si menyampaikan materi Peraturan Menteri Pertanian No. 70 / 2015 dalam melakukan penilaian Instalasi Karantina Hewan Daging dan Jeroan dan pendampingan dalam menyusun laporan penilaian kelayalakan instalasi karantina hewan daging dan jeroan. Diharapkan pelatihan kegriyaan ini memberikan ouput laporan hasil penilaian yang lebih baik dan seragam yang bisa dijadikan pedoman bagi pejabat karantina khususnya karantina priok dan UPT lainnya. Uti juga melaporkan bahwa laporan hasil penilaian IKH dari karantina priok umumnya sudah baik dan bisa dijadikan contoh kepada UPT lainnya dalam menyusun laporan.

Tak hanya teori, Pejabat Karantina sebagai peserta pelatihan griyaan melakukan praktek teknik audit/ penilaian IKH Daging dan jeroan langsung ke IKH milik importir dengan memperhatikan protokol kesehatan. Arga menyampaikan materi terkait manajemen pengelolaan cold storage dan penjelasan sarana dan prasarana cold storage yang dimiliki PT Suri Nusantara Jaya. Pejabat Karantina diberi kesempatan melihat dan sekaligus praktek menilai gudang cold storage sebagai iKH daging dan jeroan.


“Peran kita sangat strategis, oleh karena itu Pejabat Karantina Pertanian Tanjung Priok harus terus belajar,asah ketrampilan secara aktif dalam menunjang kegiatannya sehingga dapat memberikan jaminan kesehatan dan keamanan terutama untuk daging dan jeroan kepada masyarakat dengan mengedepankan aspek professional,” pungkas Hasrul-Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok dalam penutupan Pelatihan Griyaan Penilaian Instalasi Karantina Hewan (IKH) Daging dan Jeroan.

#LaporKarantina
#KarantinaPertanianPriok


Related Post