Jaga Pulau Borneo dari Penyakit Hewan dan Tumbuhan, Barantan Lakukan Ini

Administrator 01 Oktober 2021 101

Depok – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian sosialisasikan Project Protection of Borneo Island from Quarantine Pest and Diseases towards a One Borneo Quarantine Initiative dalam forum kerjasama ekonomi regional Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines-East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) (27/9).


Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Junaidi mengungkapkan bahwa proyek yang diinisiasi Indonesia melalui Badan Karantina Pertanian ini dalam rangka mencegah terjangkitnya pulau Borneo dari penyakit hewan, ikan, tumbuhan dan manusia, sekaligus memfasilitasi kelancaran perdagangan dan stabilitas ekonomi di wilayah perbatasan BIMP-EAGA.


“Kerjasama ini menjadi penting sebagai upaya bersama di wilayah perbatasan Kalimantan dalam menjaga Borneo Island dari masuk dan tersebarnya hama penyakit, dan ini bisa terlaksana dengan baik jika ada koordinasi dan kerjasama seluruh sektor karantina serta pemerintah daerah di wilayah perbatasan Kalimantan,” tutur Junaidi saat membuka kegiatan sosialisasi One Borneo Quarantine Initiative via daring, zoom meeting.

Pada kesempatan tersebut Rindayuni Triavini, Koordinator Kerjasama Perkarantinaan juga mengatakan bahwa sebagai implementasi kerjasama ini, disepakati penyusunan Draft Letter of Intent (LoI) among the Government of Brunei Darussalam, the Government of Indonesia and the Government of Malaysia on the Launch of One Borneo Quarantine Initiative.

 

“Segera setelah Letter of Intent ditandatangani bulan Maret-April 2022 mendatang, kita perlu segera menyusun dan menyiapkan rencana kerja (Work Program) di sektor hewan, ikan, tumbuhan dan kesehatan manusia periode 2022-2023 untuk kesiapan implementasi,” tambahnya.

 

Menurut Ridayuni, melalui sosialisasi ini, Barantan mendorong seluruh sektor karantina hewan, ikan, tumbuhan dan kesehatan manusia, serta pemerintah daerah khususnya di wilayah Kalimantan untuk memanfaatkan kerjasama konektifitas melalui One Borneo Quarantine Initiative.

 

“Kembangkan rencana kerja prioritas dari setiap sektor karantina yang menguntungkan atau memberi manfaat secara ekonomi bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan khususnya dan wilayah negara umumnya,” tegas Rindayuni.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian, Karantina Ikan, Kesehatan Pelabuhan serta Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Dinas Kesehatan di wilayah Kalimantan.


Related Post