RAPAT KOORDINASI GRATIEKS DALAM RANGKA MENDUKUNG AKSELERASI EKSPOR KELINCI

Administrator 13 Oktober 2021 26

(Lembang,23 September) Pada hari Selasa-Kamis, 21-23 September 2021, Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani melaksanakan kegiatan RAPAT KOORDINASI GRATIEKS DALAM RANGKA MENDUKUNG AKSELERASI EKSPOR KELINCI. Rapat Koordinasi ini dilakukan untuk mempertemukan seluruh stakeholder yang terkait dengan ekspor kelinci guna mewujudkan Gerakan Tiga Kali Lipat Eskpor kelinci. Beberapa stakeholder yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, perwakilan UPTKP (BBUSKP, BBKP Soekarno Hatta, SKP kelas I Bandung), instansi terkait (Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung, Dinas Perikanan dan Peternakan Provinsi Bandung, Puslibangnak Ciawi, Direktorat kesehatan hewan, direktorat pembibitan dan produksi ternak, PPHNAK, BIB Lembang) dan peternak/eksportir kelinci. Narasumber yang hadir dakam rapat koordinasi ini adalah Dr. Yono Cahyanto. Rahardjo, M.Sc.,Agr, Drh. Nimas Ayu Pertiwi, M.Vet dan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat.

Diharapkan dalam pertemuan ini terbentuk Sinergi antar para stakeholder sehingga para stakeholder ini dapat bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing untuk dapat meningkatkan jumlah populasi kelinci di Indonesia, meningkatkan kualitas kelinci Indonesia, serta dapat meningkatkan pasar ekspor kelinci Indonesia ke dunia.

Kegiatan RAPAT KOORDINASI GRATIEKS DALAM RANGKA MENDUKUNG AKSELERASI EKSPOR KELINCI diawali dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani. Dalam arahannya Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani menyebutkan bahwa sinergitas antar stakeholder sangat diperlukan dalam upaya untuk meningkatkan ekspor kelinci Indonesia. Seluruh stakeholder harus berusaha maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk dapat meningkatkan ekspor kelinci dan juga meningkatkan populasi sehingga kualitas dan kuantitas kelinci di Indonesia tetap terjaga dengan baik, jangan sampai kelinci Indonesia habis akibat di ekspor.

Materi yang disampaikan narasumber dalam kegiatan ini yaitu Manajemen Pemeliharaan Kelinci Yang Potensi Ekspor (Dr. Yono Cahyanto. Rahardjo, M.Sc.,Agr), “Manajemen Kesehatan Kelinci” (Drh. Nimas Ayu Pertiwi, M.Vet) serta “Peran Dinas Kabupaten Bandung barat dalam Pengembangan Peternakan Kelinci dan Monitoring Kesehatan Kelinci di Bandung Barat” (Ir.Undang Husni Thamrin, MS). Dalam diskusi disampaikan kesulitan yang dialami peternak yaitu mengenai ketersediaan bibit, ketersediaan pakan yang berkualitas baik dengan harga terjangkau, serta masalah persyaratan penyakit hewan yang disyaratkan Negara tujuan ekspor. Seluruh permasalahan ini telah ditangkap oleh masing-masing instansi terkait dan akan segera dilakukan tindakan/kebijakan untuk mengatasinya.


Related Post