Jaga Mutu, Barantan Uji Coba Platform Tracebility Komoditi Unggulan Buah Manggis

Administrator 12 Desember 2022 319

Kamis - Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat ini sedang melaksanakan kegiatan Kebijakan Tracebility Komoditi Unggulan, yang bertujuan untuk membangun platform ketertelusuran ekspor buah manggis. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pendataan dan operasionalisasi awal platform ketertelusuran rantai pasok tataniaga buah manggis.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Hayati Nabati (KT KHN) saat membuka acara bimbingan teknis uji coba pendayagunaan Sistem Informasi Ketertelusuran Komoditi Unggulan pada Ekspor Buah Manggis di Rumah Kemas (Packing House) buah Manggis, Tabanan Bali, Kamis (8/11).

Kepala Pusat KT KHN menjelaskan ketertelusuran kebun registrasi dan rumah kemas adalah salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa ekspor manggis ke Tiongkok. Syarat lain tentunya harus bebas dari organisme penggangu tumbuhan karantina atau OPTK, keamanan pangan terjamin, termasuk residu & cemaran. “Tidak kalah penting juga harus berekreasi dan berinovasi dalam mendesain kemasan produk, dibuat menarik & multifungsi,”jelasnya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menyambut baik kebijakan ini, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kementan terkhusus Badan Karantina Pertanian yang telah maksimal membantu manggis Tabanan tembus pasar dunia. “Dinas Pertanian Tabanan akan terus berusaha memajukan bidang pertanian dalam mewujudkan visi misi Bupati Tabanan, salah satunya mendukung ekspor pertanian Tabanan.,”ungkapnya

Acara uji coba sistem informasi ketertelusuran ini diikuti oleh para petani manggis, rumah kemas, eksportir, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan

Hadir mendampingi Kapus KT KHN, Kepala Karantina Denpasar, I Putu Terunanegara, Nazly Al Mahdy dan Lois Mahandry Tim Pusat Sistem Informasi Ketertelusuran Komoditas Ekspor Unggulan Buah Manggis dan Tim Pusdatin, Kementan.

Tracebility Komoditi Unggulan

Kepala Karantina Pertanian, Bambang, dalam wawancara terpisah menjelaskan peningkatan ekspor manggis dan keberhasilan dalam menembus pasar dunia merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa, karena pembukaan akses pasar buah manggis ini termasuk ke China mempersyaratkan persyaratan sanitary dan phytosanitary serta standard keaman pangan yang cukup ketat.

“Melihat urgensi ini dengan memanfaatkan kemajuan jaman di bidang teknologi informasi, Barantan membuat platform ketertelusuran buah manggis yang di uji cobakan pertama di Tabanan, Bali. Jika Negara lain mampu memberikan jaminan mutu produk pertaniannya sehingga dipercaya oleh Negara lainnya, kita juga harus bisa memberikan hal ini,”jelas Bambang

Bambang menambahkan kedepan kebijakan tracebility atau ketertelusuran komoditi unggulan ini harus dapat kita terapkan di semua komoditi ekspor pertanian Indonesia, demi memberikan kenyamanan dan mendapatkan kepercayaan dari buyer.

Kertertelusuran ekspor buah manggis ini mengacu pada pengumpulan, dokumentasi, pemeliharaan dan penerapan sistem informasi yang terkait dalam semua proses dalam rantai pasok dengan cara memberikan jaminan kepada konsumen dan pemangku kepentingan lainnya tentang asal, lokasi dan riwayat hidup suatu produk serta membantu dalam manajemen krisis jika terjadi pelanggaran keselamatan dan kualitas.


Related Post