Mengoptimalkan Peran Karantina Pertanian Admin di Era Disrupsi

Administrator 07 Mei 2019 1007

Bogor -- Media sosial saat ini memungkinkan komunikasi antara instansi pemerintah dan warga negara berlangsung cepat dan setara. Hal inilah yang mendorong Sekretariat Badan Karantina Pertanian selaku pembina tim pengelola publikasi dan informasi publik mendorong peran petugas humas yang ditunjuk oleh pimpinan  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian  di seluruh Indonesia agar lebih proaktif dalam memanfaatkan media sosial.  "Media sosial saat ini merupakan alternatif yang bagus untuk komunikasi kebijakan, peraturan, undang-undang dan info terkini dari Barantan. Tugas tim humas  untuk memastikan bagaimana masyarakat  dapat kenal, paham dan berpartisipasi terhadap informasi perkarantinaan," kata Japar Sidik, Kepala Bagian Hukum dan Humas saat membuka acara Temu Koordinasi Kehumasan di Bogor, Kamis (2/5). 

Japar yang hadir dan membuka acara mewakili Sekretaris Badan Karantina Pertanian ini menyampaikan bukan tugas yang ringan, mengingat kini kita telah memasuki era disruptif, dimana terjadinya perubahan akibat inovasi yang mengakibatkan efek perubahan struktur dan gaya hidup. Disrupsi juga terjadi di komunikasi publik, kini masyarakat terbiasa mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dan real time. Olehkarenanya penggunaan media sosial menjadi salah satu cara bagi humas pemerintah, termasuk Barantan untuk mengelola informasinya kepada publik.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Barantan, Endah Kartikawati melaporkan saat ini telah ditunjuk 52 petugas pengelola admin media sosial di unit pelaksana teknis Karantina Pertanian serta 14 petugas pengelola admin media sosial akun resmi Barantan. Karantina Admin, atau Karimin ini bertugas untuk menyusun konten dan mengelola akun medsos Barantan. Kegiatan Temu Koordinasi kali ini dengan tema Optimalisasi Media Sosial dan Website untuk Pelayanan Publik ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan ranah untuk meningkatkan kompetensi para Karimin.

Hadir sebagai pembicara pada kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta, dimana 2 peserta masing-masing dari Karantina Pertanian Padang dan Soekarno Hatta yang absen ini adalah Executive Producer INews TV, Jajang Dirajanegara yang memberikan kiat pengambilan video, Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi Pusdatin , Sekretariat Jendral Kementan, Bayu Mulyana, dengan tips mengoptimalkan website untuk reputasi lembaga dan Rian Hari Suharto, Medik Veteriner Karantina Pertanian Makassar yang juga anggota tim Karimin yang memberikan tips membuat infografis step by step.

Pada kesempatan yang sama, Sekretariat Badan Karantina Pertanian juga memberikan penghargaan kepada UPT Karantina Pertanian yang telah berhasil mengemas konten menarik. Konten berupa berita, foto dan video tindakan dan informasi karantina pertanian di UPT ini  disukai oleh masyarakat dan diukur oleh Karimin menggunakan fasilitas yang tersedia  disetiap platform media sosial.

 

Berikut adalah peraih konten media sosial UPT terbaik periode Januari - Maret 2019 sebagai berikut :

 

Platform Fanpage

  1. Peringkat I diraih oleh Karantina Pertanian Cilegon dengan judul berita : Lagi, Karantina Cilegon Gagalkan Penyelundupan 570 Ekor Burung Asal Sumatera, dan capaian : 211.125;
  2. Peringkat II diraih oleh Karantina Pertanian Denpasar dengan judul berita : Sadis, Anak Orang Utan Dibius dalam Keranjang Kecil untuk Diselundupkan ke Rusia, dan capaian : 50.951
  3. Peringkat III diraih oleh Karantina Pertanian Ternate dengan judul : Modus Baru, Jajanan Anak Berisi Hewan Buas, dan capaian : 41.549

 

Platform Instagram

  1. Peringkat I diraih oleh Karantina Pertanian Denpasar, dengan judul berita : Penyelundupan Orang Utan, dan capaian : 3.309
  2. Peringkat II diraih Karantina Pertanian Uji Terap, dengan judul berita : Lagi, Tunas Muda, dan capaian : 2.730
  3. Peringkat III diraih oleh Karantina Soekarno Hatta, dengan judul berita : Vlog Kedatangan Kuda Jerman, dan capaian : 1.870

 

Platform Twitter 

  1. Peringkat I Karantina Pertanian Kendari, berita : Bersinergi Pasca Nataru, Karantina Kendari & Polda Sultra Tetap Jalin Kerjasama dalam Upaya Penegakan Hukum Perkarantinaan, dan capaian : 22.768
  2. Peringkat II Karantina Parepare, dengan judul berita : Rumput Laut Indonesia Makin Populer di Dunia, Karantina Parepare Periksa 37,15 Ton Rumput Laut yang Siap Ekspor, dan capaian : 11.414
  3. Peringkat III yang diraih oleh Karantina Pertanian Biak, dengan judul berita : Mau Lagi, Korea Selatan Ketagihan Kayu Lapis Papua, dan capaian : 11.026

 

Platform Youtube

  1. Peringkat I diraih oleh Karantina Pertanian Palangkaraya, dengan judul video : Agro Gemilang - Karantina Palangkaraya, dan penonton : 1.335
  2. Peringkat II diraih oleh Karantina Soekarno Hatta, dengan judul video : Tindakan Karantina Kuda Impor - Karantina Soekarno Hatta, dan penonton : 435
  3. Peringkat III diraih oleh Karantina Pertanian Manado, dengan judul video : Agro Gemilang - Karantina Manado, dan penonton : 285

 

Sementara diakhir acara juga diselenggarakan post test infografis guna mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan. Dan terpilih peserta dengan karya terbaik masing-masing untuk kategori Sapa Pagi dan kategori Infografis, sebagai berikut:

 

Kategori Sapa Pagi

  1. Peringkat I : Kerja Keras - Karya Heri Setioko, Karimin Karantina Pertanian Karimun
  2. Peringkat II : Kaledo - Karya Adi Surya Dharma - Karimin Karantina Pertanian Palu
  3. Peringkat III : Seberat - Karya Saudi - Karimin Karantina Pertanian Biak

 

Kategori Infografis

  1. Peringkat I : Hobi Traveling? - Karya Yoga - Karimin Karantina Pertanian Bandung
  2. Peringkat II : Pelayanan Ekspor 3 Jam - Karya Andi Setiawan - Karya Karimin Karantina Pertanian Cilegon
  3. Peringkat III : Cara Urus - Karya Ade Putra - Karimin Karantina Pertanian Tanjung Pinang

 

Menurut Japar, kinerja tim Karimin ini harus terus didukung jajaran pimpinan. Tim pengelola publikasi ini sebagai pelayan informasi publik, merupakan perpanjangan tangan hubungan antara Barantan dengan masyarakat. “Saya berharap kedepannya humas kita  semakin solid, terus beradaptasi dan berkoordinasi di era disruptif ini,” tutupnya.    

 

Narasumber :

Japar Sidik, SP, MH - Kepala Bagian Hukum dan Humas Barantan

 


Related Post