Karantina Pertanian Uji Terap Gandeng BSN Untuk Wujudkan World Class Of Excellent

Administrator 04 Oktober 2019 177

Jakarta – Karantina pertanian uji terap, berbenah diri untuk mewujudkan visi menjadi world class of excellent di bidang perkarantinaan. Berbagai standar internasional ISO dalam manajemen instansi terus diterapkan. Pada tahun 2019 ini direncanakan karantina pertanian uji terap akan menambah ISO 17020:2012 mengenai Lembaga Inspeksi.

“Sejak tahun 2011, karantina pertanian uji terap telah menghasilkan 54 jenis perlakuan hasil uji terap yang siap diimplementasikan baik di unit pelaksana teknis (UPT) karantina pertanian maupun di perusahaan eksportir swasta. Untuk menjamin perlakuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang benar maka perlu adanya inspeksi,” ungkap Kepala karantina uji terap, Wawan Sutian (1/10).

Wawan menjelaskan untuk mewujudkan visi di atas, karantina pertanian uji terap menggandeng Badan Standardisasi Nasional (BSN). Sebagai lembaga pemerintah yang membidangi Standar Nasional Indonesia yang merujuk kepada ISO, BSN tentu memiliki para ahli yang mumpuni untuk mendampingi karantina pertanian uji terap agar dapat mengimplementasikan sistem manajemen berdasarkan standar nasional dan internasional.

 “Dukungan dari BSN dibutuhkan dalam tugas karantina pertanian untuk memastikan kegiatan inspeksi yang dilakukan memenuhi akreditasi standar internasional yang diakui dunia, sehingga hasil inspeksi yang dilakukan dapat diterima hasilnya oleh mitra dagang ekspor-impor tersebut,” tambah Wawan.

BSN Kantor Layanan Teknis (KLT) Bekasi menyambut baik inisiatif kerjasama tersebut dengan mengundang karantina pertanian uji terap dalam rapat pembahasan kesepakatan Kerjasama ke Kantor Pusat BSN di Jakarta. Rapat tersebut dihadiri oleh kasubdit fasilitasi pelaku usaha, Nur Hidayati, mewakili Direktorat Penguatan Penerapan dan Penilaian Kesesuaian dan kepala karantina pertanian uji terap, Wawan Sutian.

Lingkup kerjasama BSN dengan BUTTMKP yang diajukan dan dibahas adalah pendampingan penerapan SNI ISO 21001:2018, Organisasi Pendidikan-Sistem Manajemen untuk Organisasi Pendidikan, SNI sistem manajemen biorisiko laboratorium dan SNI ISO/IEC 17020:2012, Penilaian Kesesuaian-Persyaratan untuk pengoperasian berbagai lembaga.

"Inisiasi kerjasama ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung komitmen kami dalam rangka menjadi World Class of Excellent di bidang perkarantinaan," ujar Wawan. 

Nur Hdayati mengungkapkan diharapkan kerjasama yang erat antara BSN dengan kaantina pertanian uji terap dapat menambah manfaat dan mendukung kinerja kedua instansi di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.

Saat ini karantina pertanian uji terap telah tersertifikasi integrasi 3 ISO yaitu ISO 9001:2015 merupakan standar internasional untuk Sertifikasi Sistem Manajemen mutu atau sertifikasi sistem manajemen Kualitas., ISO 45001:2018 adalah standar internasional pertama di dunia yang menetapkan persyaratan atau pedoman untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dan ISO 37001:2016 adalah Sistem Manajemen Anti-suap.


Related Post