Karantina Pertanian Surabaya Musnahkan 83 Paket Benih Ilegal

Administrator 09 Oktober 2019 184

Surabaya - Karantina Pertanian Surabaya musnahkan 83 paket benih sayuran, tanaman hias dan buah dari berbagai negara di Kantor Bandara Abdul Rahman Saleh, Malang (07/10).

 

Paket-paket tersebut dikirimkan dari sebelas negara diantaranya China, Amerika Serikat, Malaysia, Laos, Perancis, Swiss, Saudi Arabia, Taiwan, Thailand, Hongkong, dan Singapura.

 

Paket yang dimusnahkan ini sebagian merupakan paket-paket dari proses jual beli online yang dikirim melalui Pos Besar Malang. Penahanan paket bermula dari informasi x-ray bea cukai yang disampaikan kepada petugas Kantor Pos Besar Malang dan diteruskan ke petugas karantina setempat.

 

 

Musyaffak Fauzi, Kepala Karantina Pertanian Surabaya mengatakan bahwa maraknya penggunaan media online sebagai salah satu cara untuk bertransaksi dagang, menjadikan jasa pengiriman termasuk Kantor Pos Besar Malang berpotensi sebagai tempat pemasukan komoditas pertanian ilegal.

 

"Terbukti ditemukannya 83 paket pengiriman dari berbagai negara tanpa dokumen yang berisi kurma dan berbagai macam benih. Selanjutnya sampai batas waktu yang ditentukan, pemilik tidak bisa memenuhi persyatan yang ditentukan, maka paket-paket tersebut dimusnahkan. Pemusnahan ini adalah penahanan paket dari periode Januari - Agustus 2019," imbuhnya.

 

“Meskipun jumlahnya hanya belasan kilogram, namun benih merupakan komoditas pertanian yang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit tumbuhan dan kerugian ekonomi,” tambahnya lagi.

 

 

Pemilik paket-paket tersebut telah diinformasikan untuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Dokumen tersebut meliputi phytosanitary certificate (PC) dan Surat Ijin Pemasukan (SIP) dari Kementerian Pertanian untuk komoditas benih tanaman. Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan yaitu 14 hari kerja, pemilik tidak dapat memenuhi dokumen yang dipersyaratkan sehingga dilakukan tindakan penolakan. Sesuai dengan peraturan, pemilik diberikan lagi tambahan waktu 14 hari kerja untuk melengkapi dokumen, namun tetap tidak bisa menunjukkan dokumen sehingga dilakukan tindakan pemusnahan.

 

Dalam Undang-Undang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan nomor 6 tahun 1992 pada pasal 6 menyatakan bahwa setiap media pembawa/komoditas pertanian yang dilalulintaskan dalam wilayah Indonesia wajib dilengkapi sertifikat kesehatan, melalui tempat pemasukan yang ditetapkan dan dilaporkan kepada petugas karantina setempat untuk dilakukan tindakan karantina.


Related Post