Perketat Pengawasan, Karantina Pertanian Pekanbaru Kembali Gelar Patroli.

Administrator 01 November 2019 94

Dumai - Karantina Pertanian Pekanbaru bersama Kepolisian gelar patroli terpadu di Jalan Raya Soekarno Hatta, Dumai, Riau semalam (31/10). Patroli dilakukan dalam rangka memperketat pengawasan masuknya media pembawa yang berpotensi membawa penyakit demam babi afrika (African Swine Fever) ke Wilayah Indonesia. Media pembawa yang dimaksud adalah hewan babi, daging babi dan olahannya yang berasal dari luar negeri.

 

Patroli digelar kurang lebih 4 jam dengan melibatkan 4 anggota Kepolisian dari Polsek Dumai Timur dan 12 orang Petugas Karantina Pertanian Pekanbaru. Patroli dilakukan dengan cara mengawasi, memberhentikan dan memeriksa dokumen dan muatan alat angkut yang melintas dari arah pelabuhan-pelabuhan yang ada di pesisir pantai Dumai.

 

 “Patroli merupakan salah satu upaya untuk meniadakan kesempatan pelaku melakukan penyelundupan barang yang tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan. Hal ini untuk menjamin kesehatan dan keamanan barang yang dimasukan dari luar negeri khususnya bahan pangan masyarakat,” ujar Ferdi, Kepala Seksi Pengawasan & Penindakan Karantina Pertanian Pekanbaru.

 

Diketahui bahwa Dumai merupakan tempat yang banyak terdapat pelabuhan-pelabuhan tidak resmi sehingga rawan adanya pemasukan barang ilegal dari luar negeri khususnya Malaysia.

 

Menurut Kanit Reskrim Polsek Dumai Timur, Saudi, yang turut memimpin jalannya patroli, Jalan Raya Soekarno Hatta-Dumai merupakan jalur yang sering dilalui para penyelundup dari pelabuhan-pelabuhan menuju kota Pekanbaru dan sekitarnya.

 

"Di jalan ini kita sering menangkap aneka barang selundupan seperti bawang, pakaian bekas, narkoba, dan barang lainnya dari Malaysia", ujar Saudi.

 

Menurut laporan organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) saat ini sedang mewabah penyakit Demam Babi Afrika (African Swine Fever) yang semakin meluas di beberapa negara Asia seperti Filipina, Korea Selatan, Cina, Hongkong, Laos, Myanmar serta beberapa negara Eropa dan Afrika lainnya, oleh karena itulah perlu mewaspadai masuknya penyakit tersebut dari luar negeri. Selain itu seperti biasa Karantina Pekanbaru juga mengantisipasi masuknya komoditas tumbuhan ilegal seperti bawang merah, bawang bombai dan buah-buahan.

 

Selama pelaksanaan patroli, petugas telah memeriksa sebanyak 46 alat angkut yang terdiri dari berbagai jenis seperti truk, minibus, pick up dan tronton. Tiga diantaranya membawa komoditas hewan dan tumbuhan seperti kambing, telur, dan tumbuhan.

 

“Alhamdulillah patroli kali ini tidak ditemukan adanya pelanggaran karantina terhadap alat angkut tersebut karena mayoritas merupakan lalu lintas barang lokal saja," pungkas Ferdi.


Related Post