Tidak Dilengkapi Phythosanitary Certificate, Kakao Biji Asal PNG Ditahan

Administrator 14 November 2019 158

Jayapura – Karantina Pertanian Jayapura menerima 12 karung (517 kilogram) kakao biji ilegal asal Papua New Guinea (PNG). “Penahanan terhadap kakao biji dilakukan karena tidak dilengkapi oleh dokumen Phythosanitary Certificate dari negara asal (PNG) serta tidak dilaporkan kepada petugas karantina di tempat pemasukan,” ujar Muhlis Natsir, Kepala Karantina Pertanian Jayapura(13/11).

 

Serah terima berkas penahanan barang pemasukan ilegal tersebut disampaikan oleh Satrol Lantamal X Jayapura kepada petugas karantina wilayah kerja kantor pos dan Lintas Batas Laut Hamadi.

 

Muhlis menerangkan bahwa dalam UU No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, bab 4 pasal 33 tertulis bahwa setiap orang yang memasukkan media pembawa ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib melengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal. Selain itu juga harus melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina.

 

Atas dasar ketentuan UU tersebut maka petugas karantina melakukan tindakan penahanan untuk keperluan tindakan karantina. Pemilik barang diberi waktu selama 14 hari untuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Jika tidak dapat melengkapi dokumen dalam waktu tersebut maka terpaksa komoditas ilegal tersebut akan dimusnahkan. (DWS / humas)

 


Related Post