Perdana, Ekspor Biji Kelor  

Administrator 01 April 2020 576

 

Cilacap – Hari ini Pejabat Karantina Pertanian Cilacap memeriksa biji kelor kering sebanyak 3,5 kg yang akan dikirimkan ke Hongkong. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa biji kelor kering tersebut bebas dari Organisme Pengganggu Tanaman atau OPT (1/4).

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh biji kelor ini hanya untuk konsumsi pribadi saja, bukan untuk perdagangan, namun kami tetap berharap suatu hari nanti biji kelor juga dapat menjadi komoditas unggulan ekspor seperti daun kelor yang diminati banyak negara.

 

“Ekspor biji kelor ini baru pertama kali saya lakukan, karena ada permintaan dari saudara di sana," ucap Haryadi pengirim biji kelor.

 

Hampir semua masyarakat telah mengetahui, bahwa daun kelor sangat bermanfaat bagi kesehatan. Apalagi menghadapi wabah saat ini, berbagai upaya untuk menjaga daya tahan tubuh dilakukan, mulai dari menjaga kebersihan, menjaga pola makan, berolah raga, hingga mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran yang mengandung tinggi vitamin dan mineral.

 

Tanaman ini yang banyak dijumpai di Indonesia, termasuk satu di antara delapan mega superfood (pangan super). Superfood merupakan pangan fungsional yang bergizi tinggi dan kaya fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan.

 

Menurut F.G. Winarno, daun kelor kering sebanyak 100 gram mengandung senyawa Protein dua kali lebih tinggi dari yoghurt, Vitamin A tujuh kali lebih tinggi dari wortel, Kalium tiga kali lebih tinggi dari pisang, Kalsium empat kali lebih tinggi dari susu, Vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk.

 

Tak hanya senyawa di atas, melansir Healthline, daun kelor juga mengandung vitamin B6, zat besi, magnesium, serta riboflavin B2. Daunnya bisa dimasak ataupun diseduh seperti minuman teh. Ternyata tak hanya daunnya saja yang diambil manfaatnya, bijinya pun mulai diolah untuk dikonsumsi.


Related Post