Pantau Daerah Sebar OPT/OPTK, Dukung Swasembada Padi Jateng

Administrator 19 Agustus 2016 2145

Kabupaten Cilacap merupakan daerah surplus beras terbaik di Jawa Tengah, pemetaan serangan OPT/K sangat penting karena OPT/K dapat mengancam kelangsungan swasembada pangan di wilayah layanan SKP Kelas I Cilacap yang pada umumnya merupakan wilayah swasembada pangan/beras (Khusus Kab. Cilacap surplus 349 ribu ton).

 

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Cilacap, telah melaksanakan Seminar Hasil Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK TA 2016 (4/8). Seminar ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pemantauan lapangan di beberapa daerah wilayah kerja SKP Kelas I Cilacap. Tujuan dilakukannya seminar adalah  untuk memberikan informasi mengenai hasil pemantauan daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPT/OPTK) di wilayah kerja Cilacap. Pemantauan telah dilaksanakan sepanjang Bulan Februari – Juni 2016 di 5 (lima) kabupaten, yaitu Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purbalingga dan Purworejo - Provinsi Jawa Tengah.

 

Kepala SKP juga mengharapkan berbagai saran dan masukan dari petugas PHP/PHPT maupun narasumber yang hadir untuk penyempurnaan laporan dan perbaikan pelaksanaan pemantauan di tahun-tahun mendatang. Serta makin eratnya jalinan komunikasi yang berkesinambungan antara dinas pertanian, Petugas PHP, Laboratorium PHPT baik kabupaten maupun provinsi dengan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap. Jalinan komunikasi yang baik ini untuk terus mendukung swasembada pangan, serta mencegah masuk dan tersebarnya OPTK ke dalam wilayah Negara Indonesia. Karena jika tidak ditanggulangi sejak dini serangan OPT/OPTK dapat mengancam kelangsungan swasembada pangan di wilayah layanan SKP Kelas I Cilacap.

 

Pemaparan hasil pemantauan daerah sebar OPT/OPTK disampaikan oleh Catur Rahayu Prihatiningrum, SP. (Penanggung jawab Pemantauan SKP Kelas I Cilacap/POPT Ahli Pertama). Dalam presentasinya, disampaikan adanya temuan OPTK A2 di lokasi pemantauan yaitu :

Burkholderia glumae (Grain root) pada padi;

Ephelis oryzae (Balansia oryzae-sativae) pada padi;

Peronosclerospora sorghi (penyebab bulai sorgum) pada jagung;

Uromycladium tepperianum (penyebab penyakit karat puru/karat tumor) pada albasia.

 

Pada umumnya OPT temuan adalah OPT yang biasa ada di area pertanaman hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan tetapi merupakan ancaman potensial terhadap suksesnya program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah karena dapat mengurangi hasil panen secara signifikan jika tidak dilakukan upaya penanggulangan sejak dini.

 

Seminar dihadiri oleh Petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) dari 5 Kabupaten tersebut di atas dan Pengamat Hama Penyakit Tanaman (PHPT) dari Laboratorium PHPT Jatilawang Kab. Banyumas. Turut hadir juga pada seminar kali ini Narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSUD)  Purwokerto, Peneliti/Ahli Penyakit Tanaman : Endang Mugiastuti, SP. MP. dan   Dr. Ir. Nur Prihatiningsih, MS.

 

Acara Seminar di bagi menjadi 3 bagian, yaitu pembukaan, pemaparan hasil pemantauan daerah sebar OPTK dan penutupan. Seminar dibuka oleh Kepala SKP Kelas I Cilacap Hom-Hom, SP. MP. Dalam sambutannya, Kepala SKP menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk  mengetahui dan  mengevaluasi daerah sebar OPT/OPTK tahun 2016  pada 5 kabupaten/kota lokasi pemantauan. Pemantauan ini rutin dilaksanakan setiap tahun karena merupakan tupoksi UPT Karantina Pertanian dengan tujuan dapat memberikan masukan ke pusat sebagai bahan pengambilan keputusan. 

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan diskusi, tanggapan, dan masukan dari setiap instansi. Sebagai penutup, Kepala SKP menyampaikan ucapan terimaksih pada tamu undangan terutama Narasumber yang telah memberikan masukan dan koreksi demi perbaikan ke depan serta saling menjalin komunikasi membangun kerja sama yang sinergis. Hasil seminar ini selanjutnya akan dibawa dan dibahas lebih lanjut pada seminar nasional hasil pemantauan OPT/OPTK tahun 2016 Badan Karantina Pertanian.

 

(Humas SKP Kelas I Cilacap/dws)


Related Post