Dorong Peningkatan Ekspor, Karantina Pertanian Manado Fasilitasi Kemudahan Layanan dan Pembinaan

Administrator 26 April 2021 61

#Rilis Barantan

Manado, 26 April 2021

Nomor : 1404/R-Barantan/04/2021

 

Manado - Produk turunan kelapa yang menjadi komoditas unggulan ekspor asal Sulawesi Utara terus menjadi fokus utama pemerintah daerah maupun Kementerian Pertanian. Badan Karantina Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado sebagai fasilitator terus bekerja keras dalam upaya meningkatkan ekspor dari Sulut. Salah satunya melakukan pembinaan kepada eksportir dan memaksimalkan kemudahan layanan fasilitas melalui Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT).

Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan beserta tim bertandang ke salah satu perusahaan pengolahan produk turunan kelapa, PT Cargil Indonesia yang terletak di Amurang, Kabupaten Minahasa, Sulut. Kunjungan dalam rangka penyerahan surat keputusan perpanjangan IKT berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor: 4118/Kpts/KR.020/K/2/2021. SK perpanjangan diterima oleh Manajer PT Cargil Indonesia, Imelda.

Berdasarkan sistem perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Manado mencatat bahwa PT Cargil pada tahun ini  mengalami  peningkatan ekspor yang signifikan dibandingkan pada tahun sebelumnya, year on year (YoY). Volume ekspor bungkil kelapa tahun 2020 sebanyak 62,5 ribu ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 164,17 miliar, sedangkan tahun 2021 hingga April ini selain bungkil juga ekspor minyak kelapa mentah sebanyak 64,8 ribu ton dengan nilai Rp 792,19 miliar.

Fasilitasi kemudahan layanan seperti IKT yang terdapat di perusahaan tersebut, terbukti mampu menjadi salah satu faktor pendorong untuk mempercepat proses ekspor sehingga volume dan nilainya meningkat. Bahkan bisa memunculkan ragam komoditas baru seperti minyak kelapa.

“Kami akan terus lakukan peningkatan layanan untuk kemudahan bagi eksportir komoditas pertanian asal Sulawesi Utara ini. Salah satunya dengan IKT ini dapat mendorong peningkatan komoditas unggulan ekspor dan juga non-unggulan sehingga bisa tembus pasar global,” ujar Doni Muksydayan dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4).

Pembinaan Desa Pendukung Gratieks

Dihari yang sama pula Donni beserta rombongan melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha dan petani kelapa yang berada tidak jauh dari lokasi perusahaan. Beliau berharap sumber daya manusia (SDM) masyarakat ke depannya  harus diperkuat. "Para eksportir sebagai pelaku usaha juga harus bisa membaca situasi di lapangan. Tujuannya agar kendala yang dihadapi oleh  petani dapat menjadi perhatian bersama mengingat  kita juga harus terus menyesuaikan tren pasar," tuturnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil secara terpisah mengapreasiasi langkah yang dilakukan oleh Karantina Pertanian Manado dalam upaya peningkatan ekspor. Menurutnya, pembinaan juga merupakan faktor penting untuk mendorong para petani dan pelaku usaha, eksportir dalam meningkatkan nilai ekspor.

“Sesuai intruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, upaya peningkatan ekspor targetnya tiga kali lipat melalui program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor-red). Tiga prinsip penting dalam peningkatan nilai ekspor yakni adanya ragam komoditas baru, eksportir baru, dan negara tujuan baru. Mudah-mudahan melalui pembinaan bisa muncul eksportir dan negara tujuan baru untuk produk turunan kelapa dari Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Narahubung:

drh. Donni Muksydayan, M.Si

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado

Kementerian Pertanian