Tidak Hanya Singapura, Lidah Mertua Asal Cilacap Kini Masuk Pasar Amerika dan Eropa

Administrator 11 Juni 2021 27

Cilacap, 11 Juni 2021
No. 0606/R-Barantan/06.2021
 
Cilacap – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilacap mencatat adanya peningkatan kinerja ekspor terhadap tanaman hias Sansivera atau dikenal dengan sebutan Lidah Mertua asal Cilacap selama masa pandemi Covid–19.
 
Berawal di tahun 2020, Karantina Pertanian Cilacap mulai memfasilitasi sertifikasi ekspor tanaman hias ini ke Singapura.
 
"Tahun lalu (2020 - red) kami telah melakukan 3 kali sertifikasi ekspor sansevieria tujuan Singapura dengan volume 230 batang. Dan di tahun 2021, ekspor sansevieria asal Cilacap ini juga telah masuk pasar Amerika dan Eropa tepatnya negara Belanda dengan total volume mencapai 148 batang," ujar Dwi Astuti Yuniasih, Kepala Karantina Cilacap melalui siaran persnya (11/6).
 
Dwi memaparkan pihaknya juga membantu dalam mendampingi proses sertifikasi ekspor sesuai persyaratan sanitari dan fitosanitari yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.
"Kami akan pastikan tanaman hias asal Cilacap ini dengan serangkaian tindakan karantina agar tidak mengalami penolakan di negara tujuan," tambahnya.
 
  
Sebelum dikirimkan ke Belanda, menurut Dwi, pejabat karantina pertanian Cilacap telah melakukan pemeriksaan fisik dan dokumen terhadap sembilan batang lidah mertua tersebut.
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan tanaman hias tersebut sehat, sedangkan pemeriksaan dokumen untuk memastikan bahwa pengiriman tanaman hias telah dilengkapi Sipmentan (Surat Ijin Pengeluaran Menteri Pertanian). Sipmentan diberlakukan khusus untuk pengeluaran bibit tanaman ke luar negeri.
 
"Tanaman hias itu masuk kategori bibit karena sifatnya yg dapat diperbanyak sehingga membutuhkan dokumen Surat Ijin Pengeluaran Menteri Pertanian," papar Dwi.
Dani Setiawan pengirim sansevieria asal Cilacap menuturkan lidah mertua ini menjadi salah satu tanaman hias yang cukup populer sebagai pajangan di dalam rumah karena dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari.
Selain berfungsi sebagai tanaman hias , sansevieria juga dapat berfungsi sebagai pemasok oksigen yang melimpah, jelas Dani.
 
Kompetensi Petugas Dukung Pelayanan Prima Karantina
 
Ditempat terpisah, Bambang, Kepala Badan Karantina Pertanian menyebutkan guna memastikan setiap komoditas pertanian ekspor tanah air diterima di negara tujuan, pihaknya senantiasa meningkatkan kompetensi SDM Perkarantinaan.
 
Bambang mencontohkan, seperti lidah mertua ini maka tidak boleh ada kebusukan atau memgandung organisme pengganggu tumbuhan karantina serta persyaratan lain dari masing-masing negara tujuan Semua harus dipenuhi agar dapat diterima dan memiliki daya saing.
 
 
"Hal ini sejalan dengan kebijakan Bapak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) untuk meningkatkan nilai ekspor sebanyak tiga kali lipat,"
kata Bambang.
 
Sebagai informasi, unit pelaksana teknis Karantina Pertanian selain bertugas untuk melaksanakan tugas perkarantinaan juga melaksanakan tugas strategis dalam upaya peningkatan ekspor.
 
Olehkarenanya, selaku koordinator Gratieks di masing-masing wilayah, jajaran Karantina Pertanian terus melakukan sinergisitas dengan berbagai entitas agar target peningkatan ekspor dapat tercapai.
 
Narahubung :
Dwi Astuti Yuniasih, SP. M.Sc
Kepala Karantina Pertanian Cilacap, Badan Karantina Pertanian,
Kementerian Pertanian