Karantina Pertanian Cilacap Siap Dorong Kelinci Asal Kebumen Masuk Pasar Ekspor

Administrator 09 September 2021 130

#Rilis Barantan

#Cilacap, 9 September 2021

Nomor: 0209/R-Barantan/09.2021

Cilacap – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilacap terus berupaya mewujudkan target Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan sosialisasi Gratieks untuk memunculkan komoditas ekspor baru ataupun calon ekspotir baru.

 

Setelah kabupaten Banyumas kini giliran kabupaten Kebumen yang mendapatkan sosialisasi tentang prosedur karantina dalam memenuhi persyaratan pasar ekspor.

 

“Sosialisasi kali ini kami juga mendorong para peternak kelinci asal Kebumen untuk dapat memasuki pasar ekspor,” ujar Taufik Kurniawan mewakili Kepala Karantina Pertanian Cilacap saat membuka acara sosialisasi Gratieks (7/9).

 

Secara terpisah Kepala Karantina Pertanian Cilacap, Dwi Astuti Yuniasih, melalui keterangan persnya (9/9) menyampaikan selain budidayanya relatif mudah dan tidak rentan terhadap penyakit, pasar di mancanegara juga mulai terbuka lebar. Berdasarkan data 3 tahun terakhir IQFast Barantan,  3 negara terbesar yang rutin impor kelinci dari Indonesia adalah Philipina, Pakistan dan Malaysia. Sementara pengiriman sampel ekspor kelinci juga sudah masuk negara Belgia, Singapura, Korea Selatan, jepang, United Kingdom dan Singapura.

 

“Saat ini kurang lebih ada seratusan peternak kelinci skala mikro di kab. Kebumen dan 33 diantaranya telah bergabung sebagai anggota Asosiasi Peternak Kelinci Kebumen (APKK),” ungkap Riya Kurniawan, Ketua Asosiasi Peternak Kelinci Kebumen yang menjadi salah satu peserta sosialisasi Gratieks.

 

Wawan begitu biasa dipanggil menjelaskan peternak kelinci di Kebumen adalah peternak pedaging yang sudah biasa memasok kota Solo, Bandung dan Jakarta rata-rata 400 kg dalam bentuk filet dan karkas. Sementara populasi anggota APKK dalam satu bulan terakhir mencapai 900-an ekor untuk semua umur.

 

Dengan mengikuti Sosialisasi Gratieks ini kami jadi tahu prosedur karantina untuk memenuhi persayaratan ekspor kelinci ke negara tujuan. Kami akan pelajari lagi potensi pasar ekspornya sehingga peternak tidak ragu, upgrade indukan berkualitas dan meningkatkan  management kandang sehingga bisa mencapai target produksi 1 ton/bulan, paparnya.

 

*Gandeng Dinas Lahirkan Potensi Ekspor Tiap Kabupaten*

 

Diberbagai kesempatan Kepala Badan Karantina Pertanian,  Bambang, mengingatkan amanah menteri pertanian (Syahrul Yasin Limpo - red) agar tiap kabupaten memiliki komoditas pertanian unggulan ekspor. Olehkarenanya Karantina Pertanian Cilacap menggandeng dinas setempat dalam mendorong kelinci menjadi komoditas unggulan ekspor asal Kebumen.

 

Tri Haryono, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh Karantina Pertanian Cilacap. Ia mengharapkan setelah acara ini akan muncul eksportir-eskportir baru dari Kebumen.

 

Berdasarkan data dalam aplikasi iMace, kabupaten Kebumen telah berhasil mengekspor beberapa komoditas pertaniannya ke berbagai negara. Di tahun 2021 tercatat ekspor biji jenitri mencapai 122.593 kilogram dan gula merah sebanyak 31 ton, sementara ekspor kayu albasia mencapai volume 1.967 meter kubik.

 

Selain kelinci, komoditas pertanian unggulan asal Kebumen yang juga memiliki daya saing masuk pasar ekspor adalah jambu kristal, kelengkeng, dan beras.

 

“Pelan tapi pasti, dengan adanya sinergitas yang kuat kita yakin bersama-sama dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mendorong ekspor komoditas pertanian,” tutup Dwi.

 

Narahubung :

Dwi Astuti Yuniasih, SP. M.Sc - Kepala Karantina Pertanian Cilacap