Semester I Tahun 2022, Ekspor Tanaman Hias Asal Sumut Meningkat

Administrator 23 Agustus 2022 237

#RillisBarantan

Medan, 23 Agustus 2022

Nomor :  0808/R-Barantan/08.2022


Medan - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Medan mencatat adanya peningkatan permohonan fasilitasi ekspor  tanaman hias asal Sumatera Utara (Sumut) pada semester pertama tahun 2022,  berupa bunga potong, bibit tanaman hias  serta  benih   hasil kultur jaringan.


Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Medan berhasil memfasilitasi ekspor  tanaman hias tersebut selama bulan Januari hingga Juni tahun 2022 sebanyak  5,083 juta batang dan  6,70 ton dengan nilai ekonomis Rp. 56,3 miliar.  Hal ini meningkat dibanding periode sama tahun 2021  yang hanya berhasil mencatat sebanyak  5.016  juta batang dan 2,15 ton   dengan perolehan nilai ekonomi Rp. 49,38 miliar saja.


"Alhamdullilah, pada semester  pertama tahun 2022 ini ekspor komoditas tanaman hias asal Sumut meningkat, artinya ketertarikan pasar Internasional terhadap tanaman hias Sumut masih cukup tinggi," ungkap Lenny Hartati Harahap, Kepala Karantina Pertanian  melalui keterangan tertulisnya, Selasa  (23/8).

 


Menurut Lenny tanaman hias  asal Sumut sangat disenangi mancanegara karena beranekaragam warna menarik dan Sumut juga mempunyai potensi tanaman hias yang sangat besar yang perlu terus dikembangkan.


Lebih lanjut Lenny menerangkan, meningkatnya volume ekspor tanaman hias merupakan sinyal optimis bahwa pihaknya selaku  koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian di Sumut harus terus mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo,red).


“tentu saja dengan selalu melakukan bimbingan teknis,  sanitari dan fitosanitari  sebagai persyaratan negara tujuan ekspor, meningkatkan sinergisitas instansi terkait serta memberikan percepatan layanan karantina supaya komoditas ekspor mampu bersaing di negara tujuan,” tutur Lenny.


Penguatan Sistem Perkarantinaan


Bambang,  Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) dari tepat terpisah, memberi apresiasi kepada pelaku usaha  tanaman hias  Sumut  yang turut serta mendukung Gratieks, karena  mampu mendorong ekspor tanaman hias sehingga volume ekspor  Sumut meningkat.


Menurut Bambang, pihaknya akan melakukan penguatan kesisteman perkarantinaan, seperti fasilitas pemeriksaan baik sarana dan prasarana laboratorium serta kemampuan petugasnya untuk dapat memastikan kesehatan dan keamanan produk sesuai protokol ekspor negara mitra dagang.


“Inilah adalah tugas kami untuk mengawal juga memastikan agar kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan harus dipenuhi sehingga terjamin dinegara tujuan, “ tutup Bambang.


Narahubung :

Lenny Hartati Harahap, Kepala Karantina Pertanian Medan, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian