Pacu Ekspor, Karantina Timika Gelar Bimbingan dan Temu Petani

Administrator 17 September 2021 126

Timika, 17 September 2021
Nomor : 1809/R-Barantan/09.2021
 
 
Timika - Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui tiga program strategis. Ketiga program tersebut adalah penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KostraTani). Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, Karantina Pertanian Timika menggelar Bimbingan Akselerasi Ekspor dan Temu Koordinasi Jaringan Petani Nasional, Rabu (15/09).
 
Acara yang digelar di Hotel Horison Ultima Timika, menghadirkan beberapa narasumber yaitu Wahyu Mulyono, selaku Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPP BC Amamapare, Petrus Pali Ambaa selaku Kadis Disperindag, Budi Prastianto selaku Kepala BRI Cabang Timika, dan Efrina Prantak Briggs selaku Pelaku Usaha Eksportir.
 
Turut hadir pula Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang, yang secara virtual langsung membuka acara tersebut. Dalam sambutannya Bambang menyampaikan lima langkah strategis Kementerian Pertanian dalam pencapaian Gratieks.
 
“Terdapat 5 langkah strategis yang dilakukan terkait Program Gratieks, antara lain adalah meningkatkan volume ekspor melalui kerjasama pemerintah daerah dan stakeholder, mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah ragam potensi ekspor pertanian baru, meningkatkan frekuensi pengiriman melalui percepatan layanan ekspor, serta menambah negara mitra dagang,” jelas Bambang.
 
Terkait percepatan layanan ekspor, Badan Karantina Pertanian berkomitmen memberikan pelayanan prima serta melakukan pengawalan yang terperinci dalam memastikan komoditas pertanian yang akan diekspor sesuai dengan persyaratan atau standar dari negara tujuan ekspor.
 
“Untuk melakukan ekspor produk harus dilengkapi Phytosanitary Certificate dan Import Permit tergantung negara tujuan, bebas tanah, bebas bagian tanaman lainnya, bebas dari bagian hewan dan bahan lainnya, dalam keadaan utuh, tidak rusak dan tidak busuk, diberi perlakuan karantina sebelum ekspor untuk mitigasi OPT, menggunakan kemasan baru dan harus bersih, kemasan disertai label, serta wajib dikemas dan disimpan terpisah dari barang kiriman lainnya,” jelas Tasrif, Kepala Karantina Pertanian Timika melalui keterangan tertulisnya (17/09).
 
Timika sendiri memiliki potensi ekspor pertanian yang cukup menjanjikan. Beberapa diantaranya adalah pinang, jenitri, gaharu, sarang semut dan kopi. Tasrif berharap dapat mendorong pelaku dan calon pelaku eksportir untuk meningkatkan potensi ekspor pertanian di Timika melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor Pertanian (Gratieks) dan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).
 
“Para calon eksportir yang dimiliki ini, harus menjadi dorongan postitif bagi pembangunan pertanian di Timika, terutama dalam peningkatan ekspor pertanian yang akan mempengaruhi perekonomian negara,” tutup Tasrif.
 
Narahubung
Tasrif, S.TP, MP
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Timika, Badan Karantina Pertanian,
Kementerian Pertanian