Hingga Agustus 2021, Nilai Ekspor Pertanian Sulut Meningkat Signifikan

Administrator 17 September 2021 115

Manado, 17 September 2021
No. 1909/R-Barantan/09.2021
 
 
Manado – Mengacu pada sistem data perkarantinaan IQFAST, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado mencatat capaian kinerja ekspor komoditas pertanian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meningkat signifikan.
 
Sejak Januari hingga Agustus 2021 terjadi peningkatan lebih dari Rp 2 triliun atau sebanyak 119.89% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang hanya mencapai Rp 1.7 triliun.
 
Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan mengatakan kenaikan yang signifikan terjadi pada produk florikultura (tanaman hias). Kenaikan tesebut ditunjukkan oleh adanya penambahan sebanyak 16 eksportir baru yang didominasi oleh petani milenial tanaman hias yang telah mengekspor ke beberapa negara tujuan baru sepanjang tahun 2021 ini.
 
Menurut Donni, permohonan sertifikasi ekspor komoditas asal sub sektor hortikultura ke mancanegara dimulai sejak bulan September 2020. Saat itu ekspor tanaman hias didominasi oleh jenis Alocasia dan Anthurium asal Sulut yang telah menembus ke lima negara.
 
“Adanya kenaikan yang signifikan pada produk florikultura, sehingga kedepan ekspor pertanian di Provinsi Sulut tidak hanya tumbuh dari sub sektor perkebunan saja,” kata Donni saat gelar Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian secara daring dan luring di Kantor Karantina Pertanian Manado (15/9).
 
Dikatakan Donni, pertemuan FGD yang digelar bersama seluruh Dinas Provinsi maupun daerah se-Sulut tersebut dilakukan guna menyosialisasikan, menyinergikan langkah - langkah yang diambil oleh berbagai pihak dari pemerintah untuk menyukseskan program unggulan Kementerian Pertanian yaitu Gratieks Komoditas Pertanian.
 
"Melalui FGD ini kita dapat menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mendukung percepatan ekspor komoditas pertanian di Provinsi Sulut serta menyelesaikan satu per satu hambatan maupun kendala yang terjadi di lapangan," tambah Donni.
 
Gali Potensi Ekspor Komoditas Pertanian Sulut
 
Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang mengungkapkan bahwa secara nasional, ekspor tanaman hias terus meningkat selama masa pandemi. Hal ini ditunjukan melalui sistem data perkarantinaan Badan Karantina Pertanian, IQFAST tercatat pada 2020 ekspor tanaman hias meningkat sebesar 121% dibanding tahun sebelumnya 2019 atau meningkat 23 ribu ton.
 
Bambang menyampaikan terdapat lima langkah strategis yang dilakukan dalam mencapai Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) sesuai Keputusan Menteri Pertanian No. 42 tahun 2020 tentang Gugus Tugas (Task Force) Peningkatan Investasi dan Ekspor Produk Pertanian.
 
“Ada lima strategis untuk mencapai target program Gratieks yaitu meningkatkan volume ekspor, mendorong pertumbuhan ekspor baru, menambah ragam komoditas ekspor, meningkatkan frekuensi, dan menambah negara mitra dagang,” tutur Bambang yang juga hadir dalam acara tersebut melalui daring zoom meeting.
 
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL, red) yang meminta fokus untuk mempersiapkan berbagai bentuk program dalam upaya mengenjot Gatieks dengan maksimal. Diawali dengan perencanaan yang baik antara pemerintah daerah untuk selanjutnya Kementan yang akan merumuskan.
 
Bambang mengungkapkan potensi ekspor maupun peluang ekspor komoditas pertanian di Provinsi Sulut harus terus digali di setiap sektornya agar lebih meluas menembus pasar ekspor. “Kami otoritas Karantina Pertanian memberikan dukungan berupa sertifikasi ekspor produk pertanian dengan memberikan jaminan keamanan pangan terhadap komoditas ekspor agar diterima di negara tujuan,” pungkas Bambang.
 
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis terkait Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulut tentang Pembentukan Percepatan Tim Kinerja Ekspor Provinsi Sulawesi Utara. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Karantina Pertanian Manado kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut sebagai perwakilan tim, serta turut disaksikan oleh peserta yang hadir secara luring maupun daring.
 
Narahubung :
drh. Donni Muksydayan, M.Si
Kepala Karantina Pertanian Manado Badan Karantina Pertanian
Kementerian Pertanian