Berpeluang Ekspor Besar, Barantan Gelar Rakor Teknis Kelinci di Bandung

Administrator 25 September 2021 270

#RilisBarantan
Lembang, 25 September 2021
No. 2509/R-Barantan/09.2021

Lembang - Kementerian Pertanian melalui Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat adanya peningkatan yang signifikan terhadap fasilitasi sertifikasi ekspor hewan hidup berupa kelinci asal Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Berdasarkan data Barantan, IQFAST tercatat dalam 3 tahun terakhir, setidaknya ada tiga negara tujuan terbesar untuk komoditas asal sub sektor peternakan ini, yakni 3 Filipina, Pakistan dan Malaysia. Dan di tahun 2021, mulai terbuka pasar ekspor baru yang ditandai dengan pengiriman sample yakni Belgia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Inggris dan Singapura.

“Ekspor kelinci menjadi prospek bisnis bagi generasi muda, sebab kelinci untuk hewan kesayangan ternyata harganya cukup tinggi. Ini bisa menjadi peluang bisnis masa depan. Terlebih semakin tinggi peradaban semakin tinggi pula perhatian dan kasih sayang terhadap hewan,” kata Kepala Barantan, Bambang melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/9).

Menurut Bambang, untuk mendukung para pelaku usaha ternak kelinci di Jabar memasuki pasar ekspor, pihaknya melalui Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani (KHH) menggelar pertemuan dengan pelaku utama, baik peternak maupun mitra serta pelaku usaha atau eksportir kelinci di Lembang Bandung, Rabu silam (22/9).

 

"Kegiatan ini digelar sekaligus dalam rangka mendapatkan masukan dari pelaku usaha untuk mensukseskan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian," kata Wisnu Wasisa Putra, Kepala Pusat KHH, saat mendampingi Kepala Barantan diacara tersebut.

Menurut Wisnu, dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Gratieks yang dihadiri oleh petani dan eksportir kelinci ini akan memunculkan peternak kelinci dan eksportir kelinci baru di Bandung pada khususnya, dan Jabar pada umumnya.

“Saat ini Kabupaten Bandung masih mempunyai sedikit peternak dan eksportir kelinci, sementara budidaya kelinci relatif mudah dan tidak rentan terhadap penyakit serta pasar di mancanegara juga terbuka lebar,” jelas Wisnu.

Yoga, salah satu peternak sekaligus eksportir kelinci yang hadir, menyambut baik upaya yang dilakukan Barantan. Terlebih dengan makin terbukanya akses pasar ke negara tujuan ekspor baru yang terus terbuka. "Bimbingan dan pendampingan yang dilakukan Barantan, menambah semangat kami dalam membuka kemitraan dengan peternak sekitar," kata Yoga.


Penguatan Sistem Perkarantinaan

Menurut Bambang, kelinci asal Bandung dapat menjadi potensi ekspor serta prospek bisnis yang menjanjikan dengan harga jualnya tinggi, serta biaya perawatan cukup terjangkau.

Barantan selaku otoritas karantina akan terus lakukan penguatan kesisteman perkarantinaan, seperti mengawal untuk prosedur ekspornya, serta kemampuan petugasnya untuk dapat memastikan kesehatan dan keamanan produk sesuai protokol ekspor negara mitra dagang.

“Inilah adalah tugas kami untuk mengawal juga memastikan agar kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan harus dipenuhi sehingga terjamin dinegara tujuan”, tutup Bambang.

Narahubung :
drh. Wisnu Wasesa Putra, M.P
Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian.