Panen Raya Jagung : Sumut Surplus 35 Ton

Administrator 30 September 2021 129

Rilis Barantan
Langkat, 29 September 2021
2909/R-Barantan/09.21

 

Langkat – Hingga Agustus 2021, produksi jagung di Sumatera Utara masih surplus 35 Ton. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi saat melakukan panen raya jagung nusantara di Kabupaten Langkat, Sumut (29/9).

“Produksi jagung di Sumut hingga Agsutus 2021 mencapai 1.133. 896 ton sementara kebutuhan lokal hanya 1.097.900 ton kami masih ada surplus,” ujar Edy.

Propinsi Sumatera Utara menjadi salah satu dari 13 propinsi lainnya yang turut melakukan panen raya jagung nusantara bersama menteri pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL –red) secara hybird. Ada 2 titik lokasi panen yang dilakukan secara serentak di Sumatera Utara. Pertama di Kec. Sei Bingei Kab.Langkat dengan luas hamparan jagung mencapai 30 ha. Dengan produktifitas 7 - 7,5 ton/ha hingga akhir bulan September 2021 diperkirakan akan dapat panen 1000 ton. Kedua, di Kec. Pulau Rakyat Kab. Asahan, luasan panen mencapai 50 ha dengan produktivitas mencapai 6,3 ton/ha.

Menurut Edy, produksi jagung tahun ini (2021 –red) InsyaAllah aman, bahkan sampai akhir tahun pun pihaknya optimis stok jagung untuk kebutuhan bahan pakan ternak di Sumut aman.

Hal ini senada dengan Menteri Pertanian yang menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan stok jagung tahun ini jika mencarinya di petani, namun jika mencari 7000 ton jagung di supermarket ya tidak akan ketemu.

Lalu Lintas Jagung Sumut

Ditempat terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang, menyatakan bahwa lalu lintas jagung di Sumatera Utara diawasi oleh 3 unit pelaksana teknis Barantan, yaitu Karantina Pertaian Belawan, Tanjung Balai Asahan dan Medan.

Selain mencukupi dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal, jagung Sumut juga dilalulintaskan ke Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Lalu lintas domestik keluar sebanyak 3,9 ton tersebut melalui pelabuhan teluk nibung yang merupakan wilker Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan.

Berdasarkan catatan sistem database IQFAST Barantan, selain sertifikasi lalulintas domestik antar area, Karantina Pertanian Belawan juga mencatat 15 kali sertifikasi ekspor bungkil jagung asal Sumut tujuan Jepang dengan total mencapai 1,6 ton.

“Badan Karantina Pertanian akan selalu berada di garda terdepan dalam menjamin kesehatan lalu lintas jagung di tanah air, agar produktivitas jagung petani terhindar dari ancaman serangan hama penyakit tumbuhan,” tutup Bambang.