Inovasi SMART, Hantarkan Barantan Raih Pelayanan Informasi Publik Terbaik

Administrator 12 Oktober 2021 108

#RilisBarantan, 12 Oktober 2021
Nomor : 0210/R-Barantan/10.2021

Jakarta – Badan Karantina Pertanian melalui inovasi SMART, berhasil meraih penghargaan Pelayanan Informasi Publik Terbaik pada Anugrah Keterbukaan Informasi Publik lingkup Kementerian Pertanian Tahun 2021. Penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Pertanian, Senin (11/10) di Jakarta.

SMART, adalah sistem pelayanan informasi publik dan dokumentasi secara daring dan terintegrasi dengan portal PPID Kementerian Pertanian ini merupakan langkah nyata para pejabat pelayanan informasi publik dan dokumentasi (PPID) Barantan untuk tetap hadir di masyarakat meskipun masa pandemi Covid-19.

“Inovasi SMART memungkinkan para pemohon informasi untuk mengakses informasi perkarantinaan dan proses bisnis ekspor secara cepat, tanpa batas waktu dan ruang bahkan ditengah masa pandemi,” kata Kepala Barantan, Bambang melalui keterangan persnya, Selasa (12/10).

Menurut Bambang, pihaknya membuka layanan konsultasi prosedur dan layanan pertanian baik ekspor, impor dan antara area selain melalui meja layanan, juga dilakukan dengan percakapan daring serta percakapan video daring, melalui inovasi SMART. Hal ini merupakan upaya pihaknya untuk melindungi sumber daya alam hayati dan petani kita, tambahnya.

“Sejak awal tahun hingga September 2021, dari 1.953 pemohon informasi yang dilayani lebih dari 70 persen meminta informasi terkait prosedur dan persyaratan ekspor pertanian. Hal ini tentunya sejalan dengan gagasan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) untuk meningkatkan kinerja ekspor, melalui Gratieks,” ujar Bambang.

Pada saat penganugrahan, Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan pentingnya layanan dan akses data dan keterbukaan informasi publik dalam menjalankan roda pembangunan pertanian masa depan yang memiliki misi maju, mandiri dan modern. Menurut Mentan, merupakan awal dari lahirnya sebuah data yang penting sebelum melakukan pengambilan kebijakan.

"Di masa sekarang ini informasi publik menjadi sangat penting, informasi publik membuat kita mampu membangun hal-hal baru dan melahirkan konsepsi serta program yang berbasiskan pada data. Yang lebih penting informasi publik mampu melahirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," tegas Mentan.
Mentan mengatakan, data dan informasi publik merupakan senjata utama pada sektor pertanian yang tidak boleh diakrobatik (dipermainkan) menjadi sebuah kebijakan yang menyesatkan. Sebab dari informasi yang terpublikasi nantinya akan melahirkan transparansi.

 

"Dari informasi yang terbuka itu maka akan melahirkan akuntabilitas publik, sudah cocok tidak antara data dan harapan dan kebutuhan publik?. Kita bilang data kita bagus, tapi publik bilang tidak. Itu kan repot. Maka transparansi membangun akuntabilitas publik," katanya.
Sebagai informasi, tahun 2020 lalu Kementerian Pertanian memperoleh 24 penghargaan tingkat kementerian dari lembaga negara dan Institusi nasional. Semua penghargaan itu diraih kementan melalui pijakan data dan informasi publik.

“Secarik pengharagaan ini membuktikan bahwa itulah hasil kerja keras kita. Ini lebih mahal dari uang, dan inilah yang dibutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas dalam membangun tim yang kuat, menjadi bagian yang harus terus dilakukan. Yang paling mahal dalam melakukan tugas dan mencapai prestasi tugas adalah bukan dari uang yang tersedia, dan prasarana yang ada. Tapi dari semangat dan kemauan," katanya.

Ada empat kriteria dalam melakukan penilaian yang dilakukan oleh tim juri profesional. Diantaranya kategori informatif yang memiliki nilai 90-100, kategori menuju informatif dengan nilai 80-90 dan kategori kurang informatif dengan nilai 60.
Adapun kegiatan pemeringkatan tahun ini dilaksanakan berdasarkan monitoring dan evaluasi terhadap 175 PPID UKUPT serta 234 UKUPT di lingkup Kementan. Penilaian ini juga dilakukan secara langsung oleh tim juri melalui situs web portal PPID yang diisi oleh PPID pelaksana yang ada di lingkup kerja Kementan.

Perlu diketahui, tim juri diketuai Wakil Ketua Komisioner KIP Hendra J Kede, dan anggota antara lain Profesor Siti Zuhro dari peneliti senior Pusat Penelitian LIPI, Tia Tirtasari dari Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, Agus Wijaanto dari Tenaga Ahli dan M Yasin dari Akademisi Universitas Indonesia.

Barantan dan Empat UPT Raih Penghargaan

Pada Anugerah KIP 2021 Kementan tersebut, selain meraih penghargaan khusus, Barantan juga meraih peringkat ke-III sebagai Unit Kerja Eselon I PPID Terbaik setelah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Tidak hanya di tingkat unit eselon I, empat unit kerja Karantina Pertanian juga berhasil meraih penghargaan yang sama untuk tingkat eselon III, yakni masing-masing Karantina Pertanian Bangkalan, meraih peringkat ke-2; Karantina Pertanian Denpasar, meraih peringkat ke-3; Karantina Pertanian Cilacap, meraih peringkat ke-4; dan Karantina Pertanian Ambon, meraih peringkat ke-5.

"Apresiasi yang tinggi kepada PPID Utama Kementerian Pertanian, Komisi Informasi Pusat dan dewan juri yang telah memberikan apresiasi. Hal ini tentunya menjadi pemicu bagi kami untuk terus meningkatan layanan dan kemudahan akses informasi guna kebutuhan informasi bagi publik. Dan pengembangan inovasi pelayanan informasi publik menjadi kunci utamanya, “ pungkas Bambang.

Narahubung
R. Chandra SKU
Koordinator Hukum dan Hubungan Masyarakat
selaku PPID Badan Karantina Pertanian
Sekretariat Badan Karantina Pertanian