Petani Milenial Sulut Tembus Pasar Cocopeat di Korsel

Administrator 15 November 2021 92

RilisBarantan
Manado, 15 November 2021
Nomor: 0411/R-Barantan/11.2021

 

Manado – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado lakukan sertifikasi ekspor terhadap 44 ton cocopeat tujuan Korea Selatan.

“Komoditas pertanian asal Sulawesi Utara, cocopeat ini merupakan komoditas yang berhasil dipasarkan dengan nilai mencapai setengah miliar rupiah tujuan Korea Selatan oleh Petani milenial Sulawesi Utara yang tergabung dalam Komunitas Milenial Sulut Go Ekspor, mereka merupakan petani muda dengan rata – rata usia 19 tahun,” ungkap Kepala Karantina Pertanian Manado, Doni Muksydayan saat melepas langsung komoditas tersebut saat sebelum barang tersebut siap dikirim ke negara tujuan dengan menggunakan kapal di Terminal Petikemas Bitung (15/11).

Dalam kesempatan tersebut Doni menyampaikan apresiasinya terhadap anak anak muda yg tergabung dalam komoditas tersebut telah berhasil mengekspor produk yang selama ini bahan bakunya sebenarnya berasal dari limbah pabrik olahan turunan kelapa.

"Proses pemasaran dengan fasilitas digital yang sudah tidak asing lagi di era saat ini, saya rasa hal itu menjadi kelebihan mereka, tinggal bagaimana memanfaatkan peluang," tambahnya.

 

Dikatakan Doni, produk turunan kelapa termasuk cocopeat merupakan komoditas unggulan Provinsi Sulut sehingga rutin dilakukan sertifikasi ekspor oleh Karantina Pertanian Manado sebelum diekspor ke berbagai negara.

Ketua Komunitas Sulut Go Ekspor, Alan mengungkapkan harapannya dapat membantu membangun Provinsi Sulut melalui ekspor dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah terkait.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Bambang MM, mengapresiasi atas munculnya sosok muda yang turut mendukung Program Kementan, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks).

“Berharap kedepan akan bermunculan sosok milenial asal sulut yang berkecimpung di dunia perdagangan ekspor, khususnya pada sektor pertanian melalui program unggulan Kementan, Gratieks,” ungkap Bambang melalui keterangan tertulisnya.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL, red) berharap agar semua proses pembangunan pertanian di daerah menggunakan mekanisasi khusus. Selanjutnya, dalam menentukan produk pangan lokal yang memiliki potensi ekspor untuk memenuhi pasar mancanegara harus jeli melihat peluang ekspor.

"Kami selaku otoritas karantina menjalankan tugas perkarantinaan dengan memastikan di setiap proses ekspor komoditas pertanian memenuhi persyaratan negara tujuan, dengan begitu maka pembangunan pertanian daerah akan berjalan baik,” pungkasnya.

Turut hadir di lokasi Kepala Bea Cukai Bitung, Zubaidi Yulianto dan perwakilan Dinas Pertanian Kota Bitung.

Narahubung:
drh. Doni Muksydayan, M.Si, Kepala Karantina Pertanian Manado, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian