Minahasa Potensial Kembangkan Komoditi Stevia Untuk Pasar Ekspor

Administrator 26 Mei 2023 43

#RilisBarantan
Manado, 25 Mei 2023
Nomor : 0905/R-Barantan/05.2023

 

Manado - Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Syarif Burhanuddin menyebutkan Kabupaten Minahasa potensial dikembangkan untuk komoditi Stevia. Hal ini disampaikan dalam kunjungan ke lokus pengembangan tanaman Stevia di Desa Tondegesan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (25/5).

“Terlebih lahan yang digunakan untuk pengembangan komoditas ini tidak bermasalah, hal ini yang menjadi garansi bagi investor untuk menanamkan investasinya untuk pengembangan Stevia di Minahasa,”ujar Syarif

Lebih lanjut Syarif mengatakan kebijakan pemerintah saat ini adalah bagaimana meningkatkan ekspor hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. Salah satunya dengan mendorong potensi komoditas baru untuk di ekspor, harapannya stevia dapat menjadi produk emerging yang mampu mendorong peningkatan ekspor.

Kepala Karantina Pertanian Manado Yusuf Patiroy menjelaskan data Balai Karantina Pertanian Manado, pada tahun 2022 mencatat volume ekspor Stevia sebanyak 11,8 ton dengan nilai sebesar Rp. 361 jt.

 

“Pada tahun ini PT Gagah Perkasa Indokor, selaku pengembang stevia akan memulai ekspor komoditas ini secara massif,”jelas Yusup

Menurut Yusup, keberadaan Karantina Pertanian disini sebagai wujud implementasikan surat keputusan Menteri Pertanian untuk mengawal petani dan perusahaan yang akan melakukan ekspor.

"Jadi kalau sebelumnya tugas kita (Karantina Pertanian Manado) hanya di hilir, di pelabuhan dan bandara untuk memperlancar arus barang yang akan diekspor, tapi sekarang kita punya tugas tambahan ke hulu," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Gagah Perkasa Indokor, Gloria Gracia Debora Siwi optimistis kolaborasi dengan petani Stevia di Kabupaten Minahasa akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan.

“Potensi sudah direncanakan, dan pasti akan ada dampak bagi petani di tahun 2028 mendatang, awal pengembangan tanaman Stevia di Minahasa baru tiga hektare dan ke depan diperkirakan bisa mencapai 50 hektare,” ujarnya

 

 

Pasti, kata Gloria, ketika pengembangan tanaman Stevia ini semakin maju, petani yang tergabung dalam kelompok tani akan mendapatkan manfaat kesejahteraannya meningkat serta akan memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah dan pemerintah pusat karena komoditi ini nantinya akan diekspor ke Korea Selatan.

“Perusahaan akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi petani mulai dari penyediaan bibit, pupuk hingga harga,”jelasnya lagi

Staf Ahli menteri, Syarif, berharap peluang investasi ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan sampai investor hengkang karena ada masalah.

"Ini dijaga lima tahun, kepercayaan sangat penting. Investor lari biasanya karena masalah keamanan yang tidak kondusif. Kalau dijaga masyarakat untung, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untung," ujarnya.

Ke depan dia berharap akan semakin banyak kelompok tani yang memanfaatkan peluang terbuka ini, tentu tidak hanya terfokus pada Stevia akan tetapi untuk budidaya tanaman lainnya untuk menjaga ketahanan pangan.

Di Minahasa ada beberapa daerah yang juga telah dikembangkan tanaman Stevia seperti di Desa Tountimomor, Sonder dan Tondegesan.