Kopi Robusta Malang Diekspor Ke Tiga Negara

Administrator 13 Desember 2019 231

Pasuruan - Hasil pertanian yang dimiliki Indonesia begitu melimpah. Ini jadi peluang besar bagi Indonesia untuk lakukan ekspor produk - produk pertaniannya ke mancanegara. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus lakukan gerakan tiga kali ekspor (gratieks) agar sesuai standar negara tujuan ekspor. "Program Gratieks ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian yang menargetkan produk ekspor pertanian Indonesia kedepannya agar dapat bersaing dengan negara lain untuk memperebutkan pasar dunia, khususnya kopi dan cengkeh," kata Musyaffak Fauzi, Kepala Karantina Pertanian Surabaya saat lepas ekspor komoditas pertanian di PT. Asal Jaya, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur (10/12).

Untuk itu, Karantina Pertanian Surabaya sertifikasi 17 kontainer produk pertanian sebanyak 304,4 ton atau senilai Rp 11,7 miliar. Dikatakan Musyaffak, komoditas pertanian yang diekspor pada hari ini adalah kopi jenis robusta dengan volume 241,60 ton tujuan Mesir, Italia, dan Jepang; sedangkan cengkeh sebanyak 66,8 ton tujuan Pakistan, dan India. Pada pelepasan ekspor kali ini, Musyaffak menyerahkan langsung Phytosanitary Certificate (PC) kepada pihak PT. Asal Jaya dengan disaksikan oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan.

Berdasarkan data otomasi IQFast Karantina Pertanian Surabaya, sepanjang tahun 2019 hingga bulan November tercatat ekspor kopi telah disertifikasi sebanyak 1.565 dokumen atau senilai Rp 1,7 triliun dan ekspor cengkeh disertifikasi sebanyak 1.751 dokumen dengan nilai Rp 18,6 triliun. Sedangkan pada tahun 2018, komoditas kopi disertifikasi sebanyak 1.255 dokumen yang berarti menunjukkan peningkatan sebesar 24,70%. Untuk komoditas cengkeh disertifikasi sebanyak 711 dokumen yang mengalami peningkatan sebesar 146,27% 

"Jika dibandingkan dengan tahun 2018, capaian jumlah sertifikasi ekspor melalui Karantina Pertanian Surabaya pada tahun 2019 meningkat hingga 10,99%, ini sangat membanggakan," ungkap Musyaffak. Pihaknya mencatat pada tahun ini produk pertanian telah disertifikasi sebanyak 29.349 dokumen, sedangkan pada 2018 tercatat sebanyak 26.442 dokumen yang telah disertifikasi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Kasdi Subagyono mengapresiasi PT. Asal Jaya yang sepanjang tahun ini telah melakukan ekspor kopi mencapai Rp 1,7 triliun dengan total volume mencapai 40.000 ton. Subagyono yakin tahun depan ekspor kopi asal Pasuruan ini dapat meningkat hingga capai 120.000 ton.

Sejalan dengan itu, Direktur PT. Asal Jaya, Haryanto turut mendukung cita - cita pemerintah dalam upaya tingkatkan ekspor dengan mengembalikan "Kejayaan Rempah Indonesia". Pihaknya mengaku bahwa dua tahun terakhir telah melakukan ekspor cengkeh yang mengalami peningkatan secara signifikan mencapai 5.327 ton. Selain itu pihaknya juga berterima kasih dengan adanya sistem pelayanan karantina yang berbasis online mempermudah pengurusan sertifikasi karantina (PC) secara cepat.

"Kami akan terus berkomitmen mendukung secara konsisten dalam upaya memenuhi kebutuhan fasilitasi ekspor produk pertanian ke mancanegara melalui pelayanan karantina maupun persyaratan negara tujuan berupa PC," pungkas Musyaffak.