Karantina Pertanian Pionir Terapkan Standar SMAP, Mentan SYL Terima Penghargaan

Administrator 13 Desember 2019 164

Jakarta – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menerima piagam penghargaan atas peran aktif Badan Karantina Pertanian (Barantan)  dalam penerapan SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada  Unit Pelaksana Teknis  (UPT) Barantan di seluruh Indonesia, di Jakarta, Kamis (12/12).


Piagam yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT. Garuda Sertifikasi Indonesia, I Putu Gde Indra Yudha, SE, MM sebagai auditor untuk penerapan ISO 37001 di seluruh UPT Barantan.

“Penerapan ISO 37001 untuk meningkatkan kredibilitas layanan institusi sebagai organisasi yang taat pada peraturan anti penyuapan dan peraturan pemerintah” papar Jamil dalam rangkaian rapat kerja Barantan Tahun 2020 – 2024.


ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Sebagai tuntutan Reformasi Birokrasi sesuai dengan INPRES No 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi untuk Kementerian Lembaga. Dilanjutkan dengan Perpres 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.


Disamping itu SNI ISO 37001 merupakan instrumen yang dirancang untuk membantu sebuah organisasi mengembangkan, mengimplentasikan, dan memperbaiki program anti penyuapan. Instrumen ini berisi serangkaian tindakan, kontrol, atau prosedur yang harus dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi penyuapan. 


Menurut Kepala Barantan, Ali Jamil, pihaknya   mulai mencanangkan penerapan SMAP sejak Mei 2018. Awalnya ditargetkan 10 (sepuluh) UPT, kemudian di tahun 2019, untuk semua UPT sudah mendapatkan sertifikasi ISO 37001. 


“Sebagai pionir dalam penerapan SMAP, Barantan memberikan jaminan (assurance) kepada manajemen, pegawai, pelanggan dan pemangku kepentingan (stake holder) lainnya bahwa organisasi mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mencegah penyuapan sesuai dengan peraturan perundangan” ungkapnya lagi.


Dalam arahannya Mentan yang biasa di sapa SYL ini menyampaikan bahwa “Law Enforcement jadikan sebagai pegangan, kerja bersama, kompak bersama dan saling membimbing tuk hidup lebih baik” . Hal ini sejalan dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Barantan dan juga unit kerja di seluruh Kementan. 


Gemakan semangat SMAP, katanya sambilkenalkan yel yel Kementan, pasti lebih baik.


Turut dihadir, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Inspektur Jenderal, Kementerian Pertanian. 


Narasumber:

  1. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H, Menteri Pertanian RI
  2. 2. Ir. Ali Jamil, MP., Ph.D, Kepala Badan Karantina Pertanian – Kementerian Pertanian