Terapkan Teknologi Pertanian dan Kemitraan Petani, Mentan SYL Beri Apresiasi

Administrator 20 Desember 2019 548

Lampung – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo lakukan saat kunjungan kerjanya di Provinsi Lampung berikan apresiasi kepada pelaku usaha agribisnis yang telah menerapkan teknologi dan kemitraan dengan petani.

Pembudidayaan pisang dan nanas yang terintegrasi dengan pengembangan sapi potong yang memanfaatkan limbah sisa produksi buah sebagai pakan ternak.

"Ini kita apresiasi. Hasil buahnya juga di ekspor, dibagi keuntungannya dengan petani. Sapinya juga bisa untuk mendorong kecukupan daging," kata Mentan di Instalasi Karantina Tumbuhan PT Great Giant Pineapple (GGP) di Kabupaten Lampung Tengah (17/12).

Pria yang biasa disebut SYL ini, sekaligus melepas ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Lampung senilai Rp. 181 milyar.  Berbagai komoditas pertanian asal Lampung yang dikirim ke manca negara tersebut diantaranya kopi biji, kayu manis, kelapa, karet, olahan nanas, tetes tebu, ampas kulit, olahan kelapa sawit, jagung, lada biji, kakao dan lengkuas.

“Saya ingin ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Lampung bisa meningkat. Harus tiga kali lipat,” ajaknya.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil yang mendampingi kunjungan kerja kali ini mengungkapkan berdasarkan data lalu lintas ekspor, IQFAST diwilayah kerja Karantina Pertanian Lampung tercatat peningkatan volume ekspor sebesar 47%.

Tahun 2018, tercatat hanya 1,017 juta ton, sementara tahun ini hingga pertengahan Desember 2019 tercatat 1,495 juga ton. Meningkat 47,03% untuk komoditas unggulan ekspor berupa kelapa sawit, tetes tebu, kopi biji, olahan nanas dan pisang, tambahnya.

Jamil juga mengapresiasi kinerja semua sektor karena pada tahun 2019 Provinsi Lampung juga telah merambah neraga baru tujuan ekspor komoditas pertaniannya. Diantaranya komoditas pisang ke Bahrain, Rusia, Kazaktan dan Argentina. Sedangkan nenas irisan dari Lampung selama kurum waktu satu tahun terakhir telah merambah juga ke beberapa negara baru seperti Brazil, Kanada, Malta, Nigeria dan Rusia. Juga komoditas kopi lampung yang mulai bisa masuk ke negara Albania.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan SYL  dan Gubernur Provinsi Lampung yang hadir, Arinal Djunaidi juga menyaksikan penandatangan nota kesepahaman untuk peningkatan produksi dan ekspor antara pihaknya dalam hal ini Direktorat Jendral Tanaman Pangan dan PT GGP.

 

Aplikasi Peta Ekspor Provinsi Lampung

Khusus kepada Gubernur Provinsi Lampung, Mentan SYL juga menyerahkan aplikasi iMace ( Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports ) yaitu peta komoditas pertanian potensial ekspor yang terupdate secara waktu nyata sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan pengembangan komoditas pertanian yang berbasis kawasan.

Selain bisa memindai lalu lintas komoditas unggulan ekspor, Mentan juga menjelaskan bahwa dari data IQFAST, terlihat berbagai potensi komoditas yang sedang dijajaki eksportasinya ke manca negara.

Diantarnya seperti mengkudu, kumis kucing, buah asam, jeruk nipis dan bidara.

"Teknologi sudah tersedia, tinggal kita manfaatkan untuk majukan pertanian. Kita harus menjadi pelopor dari semua gerakan kebangsaan," katanya.

Pimpinan komisi IV DPR RI Sudin/ Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin yang juga turut hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan hal yang sama bahwa DPR akan mendorong upaya peningkatan ekspor tiga kali lipat yang menjadi gerakan Kementan. Pihaknya juga akan  mengawasi pelaksanaan regulasi terutama terkait impor.

“Kami sebagai legislatif tentunya akan mengawasi dan memastikan segala regulasi dijalankan dengan baik, terutama terkait upaya mendorong ekspor ini juga pelaksanaan regulasi impor tentunya,” ungkapnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang juga menyaksikan pelepasan ekspor komoditas pertanian asal daerahnya sendiri merasa bangga sekaligus berkomitmen untuk berperan aktif mensukseskan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor, Gratieks ini.

Iapun berharap seluruh bantuan dan dorongan yang diberikan oleh Kementan dapat dimanfaatkan oleh dinas terkait dan masyarakat di Provinsi Lampung secara optimal.

“Kami pasti akan sangat mendorong dan membantu upaya penguatan dan peningkatan ekspor komoditas pertanian asal Lampung terutama penguatan pengembangan ekspor melalui pengembangan berbasis kawasan,” katanya.

Sementara Welly Sugiono Goverment Relation PT. Great Giant Food yang menyambut hangat upaya pemerintah dalam upayanya meningkatkan ekspor komoditas pertanian. Ia juga berharap upaya pembudidayaan komoditas pertanian yang terintegrasi juga mendapat dukungan dari Kementan. Welly juga mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki kapasitas produksi 2.500 metrik ton per hari, dengan limbah sebanyak 300 ton untuk diberikan makan ke ternak sapi guna penggemukan. Hingga saat ini populilasinya mencapai 2.000 ekor dengan sitem pengelokaan west manajemen farm . Kedepan Welly juga berharap agar pemerintah bisa membantu terutama dalam mengatasi kendala regulasi pasar di luar negeri.

Namun pihaknya berterimakasih karena unsur pemerintah sudah sangat mensupport upayanya baik dari Bea Cukai maupun Karantina yang sudah memberikan kemudahan melalui layanan inline inspection atau pemeriksaan karantina yang terintegrasi dengan sistem GMP ( good manufacturing practice ) dan GHP ( good handling practice ), sehingga dapat mempercepat proses bisnisnya serta pemenuhan persyaratan Sanitary and Phytosanitary, SPS dari negara tujuan.

"Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa ada di pertanian, negara besar yang kaya raya bukan hanyan jargon, dan itu menjadi kekuatan yang bahkan tidak dimiliki negara lain. Produk kita beda, buah kita tropis dengan matahari yang terus bersinar dan air yg terus mengalir," unglap Mentan SYL.

"Kalau mau sejahterakan rakyat, pertanian kita menjanjikan. Kita punya semua, tidah semua negara seperti ini. Matahari tidak pernah putus," tukasnya.